Lampaui DKI Jakarta, IPM Banda Aceh Tertinggi Nasional

  • 16 Mei 2026 13:56 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Banda Aceh tahun 2025 Tertinggi Nasional

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kebanyakan pandangan orang awam, pembangunan yang maju diukur dari jalan mulus atau gedung baru yang terus bertumbuh. Namun, bagi Badan Pusat Statistik (BPS), kualitas sebuah daerah diukur dari hal yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat.

Ukuran kualitasnya menyangkut tiga hal: seberapa sehat warga bisa hidup, seberapa baik pendidikan mereka, dan seberapa layak penghidupan mereka. Itulah yang dirangkum dalam Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Ukuran tersebut diberi angka berkisar antara 0 hingga 100. Semakin tinggi angkanya, semakin baik nilai kondisi masyarakat suatu daerah.

BPS membagi IPM menjadi empat kategori berdasarkan rentang nilainya. Mulai dari rendah (di bawah 60), sedang (60–70), tinggi (70–80), hingga sangat tinggi (80 ke atas).

Infografis angka rata-rata Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Nasional tahun 2025 beserta dimensi IPM yang dicatat BPS. (Sumber: BPS).

Pada 2025, IPM Kota Banda Aceh mencapai 89,55, berdasarkan data BPS yang dirilis pada 2026. Angka ini masuk kategori sangat tinggi dan menempatkan Banda Aceh sebagai daerah dengan IPM tertinggi di Aceh.

Angka IPM Kota Banda Aceh pada tahun 2025 dicatat BPS tertinggi di Aceh. (Sumber: BPS Aceh)

Bagi pembaca awam, angka 89,55 mungkin masih terasa abstrak. Sederhananya: semakin tinggi IPM, semakin besar peluang warga menikmati pendidikan yang baik, layanan kesehatan yang memadai, dan taraf hidup yang lebih layak.

Lebih Tinggi dari Provinsi Mana Pun di Indonesia

Capaian Banda Aceh tak hanya menonjol di Aceh, tetapi juga di tingkat nasional. IPM Indonesia pada 2025 tercatat 75,90, dan provinsi dengan IPM tertinggi secara nasional adalah DKI Jakarta di angka 85,05.

Dengan IPM 89,55, Banda Aceh sebagai sebuah kota bahkan melampaui capaian DKI Jakarta sebagai provinsi. Menurut portal InfoPublik, angka itu juga melampaui kota-kota besar lain seperti Yogyakarta dan Denpasar.

Dengan IPM 89,55, menjadikan Kota Banda Aceh sebagai sebuah kota bahkan melampaui capaian angka IPM 85,05 DKI Jakarta sebagai provinsi. (Sumber: BPS)

Perbandingan ini perlu dicermati: Banda Aceh adalah sebuah kota (kota administratif), sementara DKI Jakarta adalah provinsi yang mencakup jutaan warga. Tetapi perbandingan itu tetap signifikan sebagai ukuran kualitas pembangunan manusia yang dicapai.

Nilai di Balik Angka

Tingginya IPM Banda Aceh tidak muncul tiba-tiba. Salah satu komponen yang mencatat nilai tertinggi adalah harapan lama sekolah: 17,95 tahun — setara jenjang S-2 semester 4.

Artinya, rata-rata warga Banda Aceh diperkirakan akan menempuh pendidikan formal sejauh jenjang pascasarjana. Rata-rata lama sekolah juga tinggi: 13,37 tahun, atau setara dengan tamatan SMA kelas satu.

Ketersediaan rumah sakit, puskesmas, dan layanan kesehatan dasar turut mendorong usia harapan hidup warga kota. Infrastruktur yang baik mempermudah akses ke sekolah dan fasilitas medis, yang berdampak pada seluruh dimensi IPM.

Ada yang Masih Timpang Terasa di Aceh

Di Aceh, kesenjangan IPM antardaerah masih cukup lebar. Banda Aceh konsisten menempati posisi tertinggi sejak 2020, ketika IPM-nya tercatat 87,06, dan terus naik hingga 89,55 pada 2025.

Di sisi lain, Subulussalam mencatat IPM terendah di Aceh pada 2025 dengan angka 71,63. Meski masuk kategori "tinggi" menurut klasifikasi BPS, angka itu masih jauh di bawah capaian Banda Aceh.

Kesenjangan sebesar hampir 18 poin antara dua daerah ini menggambarkan jurang yang masih nyata dalam pemerataan pembangunan manusia di Aceh. Rata-rata IPM Provinsi Aceh sendiri berada di 76,23 pada 2025, masih dalam kategori tinggi.

IPM Tinggi Bukan Berarti Semua Selesai

Meski begitu, IPM yang tinggi tidak otomatis berarti semua persoalan tuntas. Angka itu belum menggambarkan pemerataan ekonomi, kemudahan mencari kerja, atau kesetaraan kesempatan antarwilayah di Aceh.

Tantangan lapangan kerja, ketimpangan pendapatan, dan akses yang belum merata masih nyata di berbagai wilayah Aceh. Di sinilah IPM perlu dibaca bersama data lain, bukan sebagai satu-satunya tolok ukur pembangunan.

Karena itu, IPM bukan sekadar angka prestise. Ia adalah cermin seberapa jauh pembangunan benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. (*)

---

Referensi:

- BPS Kota Banda Aceh, "Indeks Pembangunan Manusia Kota Banda Aceh Tahun 2025" dirilis Februari 2026.

- BPS Aceh, "Indeks Pembangunan Manusia Provinsi Aceh 2025", dirilis April 2026.

- InfoPublik, "Banda Aceh Catat IPM Tertinggi di Aceh, DPRK Apresiasi Kinerja Pemerintah Kota", 11 November 2025.

- Badan Pusat Statistik, "Ringkasan Indeks Pembangunan Manusia Nasional dan Provinsi 2025" dirilis 5 November 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....