Pengelolaan Sampah Aceh Butuh Kolaborasi Semua Pihak
- 10 Mei 2026 06:36 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Yayasan Aceh Green Conservation menilai pengelolaan sampah perkotaan di Aceh membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci mengurangi peningkatan sampah rumah tangga setiap tahun.
Kepala Biro Organisasi Yayasan Aceh Green Conservation, Nurulyana Daba, S.Pd mengatakan, fenomena bertambahnya warung kopi turut meningkatkan produksi sampah plastik. Kondisi tersebut perlu diimbangi pengelolaan sampah yang lebih baik.
“Ketika sampah semakin banyak, tentunya kerusakan lingkungan akan cepat terjadi,” ujarnya dalam Dialog Green Radio RRI Banda Aceh, Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurutnya, sejumlah daerah di Aceh mulai menerapkan kebijakan pengurangan sampah plastik. Namun, perkembangan tersebut belum menunjukkan perubahan signifikan di tengah masyarakat.
Ia mencontohkan kebijakan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan yang mulai diterapkan di Banda Aceh. Langkah tersebut dinilai menjadi upaya positif mengurangi sampah plastik harian.
Nurulyana menjelaskan, Yayasan Aceh Green Conservation fokus melakukan advokasi pengelolaan sampah terintegrasi. Program itu mendorong pemilahan sampah rumah tangga sejak tingkat desa.
Salah satu program percontohan dijalankan di Desa Blang Hasan, Kabupaten Bireuen. Warga diminta memilah sampah organik dan anorganik sebelum diserahkan ke bank sampah desa.
“Ketika masyarakat sudah memilah sampah, desa membeli sampah tersebut dari warga,” katanya.
Ia menyebutkan, sampah plastik dan botol bekas kemudian dijual kembali kepada pihak terkait. Program tersebut dinilai mampu mengurangi beban tempat pembuangan akhir sampah.
Selain itu, masyarakat juga mulai memanfaatkan sampah menjadi produk bernilai ekonomi. Pelepah pinang diolah menjadi peralatan rumah tangga hingga produk usaha mikro kecil menengah.
Nurulyana menilai perubahan pola pikir masyarakat sangat penting dalam pengelolaan sampah. Sampah harus dipandang sebagai sumber daya ekonomi yang masih memiliki nilai jual.
“Sampah jangan lagi dianggap barang tidak berguna, tetapi bisa menjadi nilai ekonomi tinggi,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah lebih serius menjalankan kebijakan pengurangan emisi dan pengelolaan sampah nasional. Dukungan regulasi dinilai penting untuk memperkuat perubahan perilaku masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....