BMKG: Wilayah Rawan Karhutla di Aceh Meningkat

  • 03 Mei 2026 23:29 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh mengungkapkan peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Aceh dipengaruhi kondisi cuaca kering dan lamanya hari tanpa hujan (HTH) di sejumlah wilayah.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, Anang Heriyanto, M.Si menyampaikan bahwa analisis BMKG menunjukkan keterkaitan kuat antara parameter cuaca dengan potensi munculnya titik panas.

“Dari analisis BMKG dengan melihat parameter cuaca dan hari tanpa hujan, ketika periode tanpa hujan berlangsung lama maka potensi kebakaran hutan dan lahan atau munculnya hotspot menjadi lebih tinggi,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 27 April 2026.

Ia menjelaskan, berdasarkan pemantauan hari tanpa hujan (HTH), wilayah utara dan timur Aceh saat ini mengalami periode kering berkisar 6 hingga 20 hari. Daerah tersebut meliputi Aceh Utara, sebagian Aceh Timur, dan Lhokseumawe yang dinilai memiliki kerentanan lebih tinggi terhadap karhutla.

Menurut Anang, kondisi ini juga dipengaruhi peralihan musim yang kini mulai memasuki awal kemarau. Ia menambahkan bahwa potensi kekeringan akan semakin meningkat dalam beberapa bulan ke depan. “Memasuki bulan Mei ini sudah awal musim kemarau, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada Juni hingga Juli,” sebutnya.

Ia mengingatkan bahwa tidak hanya wilayah yang disebutkan, daerah lain di Aceh juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama jika tren hari tanpa hujan terus bertambah dan suhu udara meningkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....