Manusia Disebut Berutang kepada Pohon, Ini Penjelasan Inisiator Hutan Wakaf Aceh
- 03 Mei 2026 07:42 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Dialog Green Radio yang disiarkan Radio Republik Indonesia (RRI) Banda Aceh, Sabtu 2 Mei 2026, mengangkat tema “Kita Semua Berhutang kepada Pohon”. Program ini menghadirkan Akmal Senja, inisiator Hutan Wakaf Aceh, sebagai narasumber.
Dalam dialog tersebut, Akmal menjelaskan bahwa konsep “utang kepada pohon” tidak bersifat material, melainkan berkaitan dengan keberlangsungan hidup manusia.
“Ini sebuah hutang eksistensial. Setiap nafas yang kita ambil itu hasil dari kerja pohon,” kata Akmal.
Ia menegaskan bahwa manusia bergantung pada ekosistem hutan, termasuk dalam penyediaan air dan udara.
“Setiap tetes air yang kita minum itu hasil dari sistem yang dijaga oleh hutan,” ujarnya.
Menurutnya, upaya “melunasi” utang tersebut tidak cukup hanya dengan menanam pohon, tetapi harus diikuti perubahan pola hidup.
“Melunasinya bukan sekadar menanam kembali, tapi mengubah cara hidup, mengambil secukupnya, dan menjaga dengan kesadaran,” ucapnya.
Akmal juga menilai tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya hutan masih rendah. Hal ini terlihat dari pola hidup yang belum sepenuhnya selaras dengan lingkungan.
“Selama manusia belum merasa dirinya bagian dari ekosistem, dia akan terus berhutang dan mengeksploitasi,” katanya.
Terkait kondisi hutan di Aceh, ia menyebut kerusakan yang terjadi saat ini cukup serius akibat berbagai aktivitas, baik ilegal maupun legal.
“Kerusakan hutan kita hari ini sudah sangat tragis. Bukan hanya aktivitas ilegal, tapi juga aktivitas legal,” tegasnya.
Sebagai solusi, Akmal memperkenalkan konsep konservasi melalui wakaf hutan. Konsep ini menitikberatkan pada pemanfaatan hasil tanpa merusak ekosistem.
“Wakaf itu bukan memberikan lahannya, tapi menahan lahannya dan menyedekahkan hasilnya,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa langkah kecil berbasis kesadaran dapat menjadi awal perubahan perilaku masyarakat.
“Satu langkah kecil dengan kesadaran itu jauh lebih berarti daripada rencana besar yang tidak pernah dimulai,” ujarnya.
Di akhir dialog, Akmal mengingatkan pentingnya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
“Kita mungkin tidak bisa membayar seluruh hutang itu, tapi kita bisa memilih untuk tidak menambahnya,” pungkasnya.
Program Green Radio merupakan salah satu siaran edukatif RRI Banda Aceh yang mengangkat isu lingkungan dan disiarkan setiap akhir pekan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....