BMKG: Peningkatan Hotspot di Aceh Dipicu Peralihan Musim

  • 30 Apr 2026 18:00 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat adanya tren peningkatan titik panas (hotspot) di wilayah Aceh dalam beberapa hari terakhir, seiring perubahan kondisi cuaca menjelang musim kemarau.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Anang Arianto, menyampaikan hal tersebut dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 27 April 2026.

Menurutnya, peningkatan hotspot dipengaruhi oleh menurunnya curah hujan, meningkatnya suhu udara, serta penurunan kelembapan di sejumlah wilayah Aceh.

“Dalam beberapa hari terakhir memang terpantau ada peningkatan hotspot. Ini seiring dengan penurunan curah hujan, peningkatan suhu udara, dan kelembapan yang menurun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan berakhirnya masa peralihan musim di Aceh yang umumnya terjadi pada April, sebelum memasuki awal musim kemarau pada Mei hingga Juni.

“Musim transisi di Aceh akan berakhir pada April, dan kita akan memasuki awal musim kemarau pada Mei dan Juni,” kata Anang.

Meski demikian, ia menyebutkan pada Maret hingga April sempat terjadi peningkatan curah hujan akibat pengaruh dinamika atmosfer di wilayah ekuator. Namun, intensitas hujan diperkirakan akan menurun pada Mei.

“Curah hujan di bulan Mei cenderung lebih rendah dibandingkan Maret dan April karena mulai masuk musim kemarau,” ujarnya.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca yang semakin panas dan kering.

Selain itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta turut menjaga lingkungan guna mencegah terjadinya kebakaran yang dapat berdampak luas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....