K-SBSI Aceh Serukan Aksi Damai pada May Day

  • 30 Apr 2026 16:59 WIB
  •  Banda Aceh
Poin Utama
  • K-SBSI Aceh mengajak seluruh buruh memperingati Hari Buruh secara damai
  • Fokus pada stabilitas ekonomi dan sikap dewasa
  • K-SBSI Aceh meminta pemerintah membuka lapangan kerja dan menghadirkan investasi

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (K-SBSI) Aceh mengeluarkan seruan penting kepada seluruh pengurus dan anggotanya untuk menjaga kedamaian serta kondusivitas daerah dalam menyambut peringatan Hari Buruh Internasional (May Day), 1 Mei 2026. Momentum ini diharapkan menjadi ajang memperkuat solidaritas di tengah tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Aceh.

Ketua K-SBSI Aceh, Tgk. H. Ishak Yusuf, yang akrab disapa Ayah Ishak, menegaskan bahwa seruan aksi damai ini merupakan refleksi atas kondisi ekonomi daerah yang membutuhkan stabilitas bersama. Ia mengajak seluruh elemen buruh untuk mengedepankan sikap dewasa dalam menyuarakan aspirasi agar tidak memperkeruh suasana.

“Momentum May Day harus dimaknai sebagai ajang memperkuat solidaritas dan sinergi. Buruh dan pemerintah daerah harus berjalan beriringan menghadapi dinamika ekonomi yang belum sepenuhnya stabil,” ujar Ayah Ishak di Banda Aceh, Kamis , 30 April 2026.

Selain imbauan damai, K-SBSI Aceh juga menyoroti persoalan serius terkait angka pengangguran di Tanah Rencong. Ayah Ishak meminta pemerintah untuk menghadirkan solusi cepat dan tepat guna mencegah meningkatnya jumlah masyarakat yang kehilangan pekerjaan secara ekstrem akibat berbagai tantangan dan musibah yang melanda daerah.

Pihaknya mendorong pemerintah untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya dan menghadirkan investasi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat. Investasi yang tepat sasaran diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi dan menyerap tenaga kerja lokal secara optimal.

K-SBSI Aceh menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan dalam mendukung langkah strategis Pemerintah Aceh, khususnya dalam upaya menurunkan angka kemiskinan. Buruh ditegaskan bukan hanya sebagai objek, melainkan subjek aktif dalam pembangunan daerah.

“Kami siap bersinergi dan mendukung kebijakan gubernur demi kesejahteraan masyarakat Aceh,” tambahnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....