Begini Tips Orang Tua Pilih Daycare
- 30 Apr 2026 10:33 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di tempat penitipan anak (Daycare), menjadi perhatian serius berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Pakar Psikologi yang juga Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Iyulen Pebry Zuanny menilai fenomena ini sebagai indikasi adanya persoalan sistemik, yang perlu segera dibenahi.
Iyulen menjelaskan bahwa meningkatnya kasus kekerasan maupun pengabaian di daycare, tidak semata-mata disebabkan oleh kesalahan individu. Ini menunjukkan adanya masalah dalam sistem, seperti kurangnya kompetensi pengasuh, lemahnya pengawasan, serta aturan yang tidak berjalan dengan baik.
“Dalam psikologi, anak usia dini sedang belajar merasa aman dan percaya pada lingkungan. Jika mereka mengalami hal buruk, dampaknya bisa panjang, seperti sulit mengatur emosi, sulit percaya pada orang lain dan terganggu perkembangan sosialnya”, ujarnya pada Kamis, 30 April 2026.
Akademisi UIN Ar-Raniry ini memberikan beberapa tips bagi orang tua dalam memilih daycare, di antaranya dapat cek sebelum memilih tempat penitipan sebelum memutuskan, perhatikan cara pengasuh berinteraksi dengan anak, tanyakan aturan keamanan dan prosedur darurat, ajak anak berkomunikasi walaupun sederhana dan percaya pada perasaan orang tua jika ada yang terasa tidak beres.
Lebih lanjut, hal lainnya yang juga penting dalam memilih daycare, pastikan memiliki izin resmi, pengasuhnya memiliki kualifikasi yang jelas, jumlah pengasuh cukup, lingkungan bersih dan aman, ada kegiatan yang mendukung perkembangan anak, serta lembaga terbuka dalam memberikan informasi.
Untuk mendeteksi kemungkinan kekerasan pada anak, Iyulen Pebry menyebut bahwa orang tua dapat melihat tanda-tanda dari perubahan perilaku anak, misalnya anak tiba-tiba jadi sangat takut atau sering menangis, menolak pergi ke daycare, pola tidur atau makan berubah dan perkembangan mundur, seperti kembali mengompol. Hasil deteksi awal ini perlu diasesmen lebih lanjut oleh tenaga profesional yaitu psikolog.
Sementara untuk mendeteksi kekerasan pada anak-anak yang belum bisa bicara, Iyulen menyebut biasanya terlihat dari tubuh dan perilaku, seperti tubuh menegang atau ketakutan saat bertemu orang tertentu, menangis terus menerus tanpa sebab yang jelas, ada luka atau memar yang tidak wajar, menjadi sangat pendiam atau justru terlalu lengket, sulit tidur atau sering terbangun, namun setiap anak bisa jadi cirinya berbeda-beda. Oleh karena itu, orangtua perlu segera mencari pertolongan psikolog untuk melakukan pemeriksaan lebih dalam agar tidak menjadi masalah lebih serius pada kondisi psikologis dan perkembangan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....