BMKG Deteksi 21 Titik Panas di Aceh, Terbanyak di Aceh Timur

  • 28 Apr 2026 17:40 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 21 titik panas atau hotspot terpantau di wilayah Provinsi Aceh pada Senin 27 April 2026 pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Pelaksana Tugas Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda, Anang Arianto, dalam laporannya yang diterima RRI Banda Aceh menyebutkan, hasil pantauan berasal dari sensor MODIS pada Satelit Terra, Aqua, dan Suomi NPP (SNPP), serta NOAA20/VIIRS.

"Dari 21 titik panas tersebut, sebagian besar memiliki tingkat kepercayaan sedang, dan hanya satu titik yang terdeteksi dengan tingkat kepercayaan rendah. Sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Aceh Timur," kata Anang Selasa 28 April 2026.

Rincian sebaran titik panas di Aceh yakni:

Di Kabupaten Aceh Barat terdapat satu titik panas di Kecamatan Johan Pahlawan dengan tingkat kepercayaan sedang. Di Kabupaten Aceh Jaya terdapat satu titik panas di Kecamatan Teunom dengan tingkat kepercayaan sedang. Di Kabupaten Aceh Selatan terdapat satu titik panas di Kecamatan Trumon dengan tingkat kepercayaan sedang.

Kabupaten Aceh Timur menjadi wilayah terbanyak dengan 10 titik panas, masing-masing berada di Kecamatan Banda Alam sebanyak tiga titik dengan tingkat kepercayaan sedang, Kecamatan Pante Bidari satu titik dengan tingkat kepercayaan sedang, dan Kecamatan Simpang Jernih enam titik, lima di antaranya berstatus sedang dan satu titik berstatus rendah.

Di Kabupaten Aceh Utara terpantau lima titik panas, dua titik di Kecamatan Langkahan dan tiga titik di Kecamatan Sawang. Seluruhnya memiliki tingkat kepercayaan sedang. Di Kabupaten Gayo Lues terdapat satu titik panas di Kecamatan Pining dengan tingkat kepercayaan sedang. Sementara di Lhokseumawe terdapat dua titik panas di Kecamatan Muara Satu dengan tingkat kepercayaan sedang.

"BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terpantau memiliki sebaran hotspot cukup banyak," imbaunya.

Selain itu, masyarakat diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran meluas, terutama saat kondisi cuaca panas dan minim hujan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....