Sirine Tsunami Aceh Jadi Garda Depan Peringatan Dini Bencana

  • 28 Apr 2026 08:10 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Sirine peringatan tsunami di Aceh menjadi bagian penting dalam sistem mitigasi bencana di wilayah pesisir. Keberadaannya dirancang untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat saat terjadi gempa yang berpotensi tsunami.

Pemerintah bersama lembaga terkait memasang sirine sebagai bagian dari Tsunami Early Warning System (TEWS). Sistem ini bertujuan meminimalisir korban jiwa melalui respons cepat masyarakat.

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Aceh Besar, Andi Azhar Rusdin mengatakan, sirine bekerja dengan mengeluarkan suara keras yang dapat terdengar hingga radius tertentu. Bunyi tersebut menjadi tanda bagi warga untuk segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih tinggi.

"Di Provinsi Aceh, setidaknya terdapat delapan unit sirine tsunami yang telah terpasang. Tiga di antaranya berada di wilayah Banda Aceh yang memiliki risiko tinggi terhadap tsunami," ujarnya Selasa, 28 April 2026.

Disebutkan Andi, pemasangan sirine dilakukan di titik-titik strategis yang dekat dengan kawasan pesisir. Lokasi ini dipilih agar jangkauan peringatan dapat mencakup masyarakat secara luas.

Selain pemasangan, pengujian sirine juga dilakukan secara rutin setiap bulan. Kegiatan ini kerap dijadwalkan pada tanggal 26 sebagai bentuk kesiapsiagaan.

Uji coba tersebut tidak hanya memastikan alat berfungsi dengan baik. Masyarakat juga dilatih untuk mengenali bunyi sirine sebagai tanda bahaya.

Langkah ini dinilai penting mengingat pengalaman bencana besar yang pernah melanda Aceh pada tahun 2004. Tragedi tersebut menjadi pengingat akan pentingnya sistem peringatan dini yang efektif.

Dengan adanya sirine tsunami, diharapkan masyarakat dapat merespons lebih cepat saat bencana terjadi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi keselamatan untuk melindungi warga pesisir Aceh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....