Aceh Besar Perkuat Kolaborasi Wujudkan Kabupaten Layak Anak

  • 13 Apr 2026 17:20 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Aceh Besar - Pemerintah Kabupaten Aceh Besar memperkuat kolaborasi lintas sektor mewujudkan Kabupaten Layak Anak. Upaya ini dilakukan melalui pemenuhan hak dan perlindungan anak secara berkelanjutan.

Kepala DPPKBPP&PA Aceh Besar, Drs. Fadlan, mengatakan capaian daerah terus meningkat setiap tahun. Pada 2025, Aceh Besar meraih kategori madya dari Kementerian terkait.

“Capaian ini menunjukkan komitmen pemerintah dan masyarakat dalam memenuhi indikator layak anak,” kata Fadlan, Minggu, 12 April 2026. Ia menargetkan peningkatan ke kategori nindya pada evaluasi tahun 2026.

Menurutnya, Kabupaten Layak Anak memiliki tiga indikator utama yang harus dipenuhi. Indikator tersebut meliputi pemenuhan hak, perlindungan, dan perlindungan khusus bagi anak.

Fadlan menegaskan keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah. Peran lintas sektor seperti pendidikan dan kesehatan menjadi kunci utama.

“Semua pihak terlibat, termasuk dinas, organisasi masyarakat, dan keluarga,” ujarnya. Kolaborasi ini memastikan layanan pendidikan dan kesehatan menjangkau seluruh anak.

Ia menyebut akses pendidikan di Aceh Besar sudah cukup merata hingga pelosok. Selain itu, layanan kesehatan berbasis masyarakat juga terus diperkuat.

Program posyandu dan pendampingan keluarga turut mendukung tumbuh kembang anak. Cakupan imunisasi dasar lengkap juga telah mencapai sekitar 80 persen.

Pemerintah juga mendorong keterlibatan keluarga melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia. Program ini telah tersosialisasi di ratusan gampong di Aceh Besar.

“Peran keluarga sangat penting dalam pengasuhan dan perlindungan anak,” ucapnya. Orang tua diharapkan menjadi teladan dalam mendampingi anak.

Selain itu, dukungan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial turut membantu. Bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa, sanitasi, dan pencegahan stunting.

Fadlan menambahkan penanganan kasus kekerasan anak dilakukan secara terpadu. Dinas bekerja sama dengan aparat hukum dan lembaga pendamping.

“Kami bergerak cepat setiap ada laporan dan memberikan pendampingan kepada korban,” katanya. Sistem ini melibatkan jaringan hingga tingkat gampong.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi terutama luasnya wilayah Aceh Besar. Koordinasi lintas wilayah menjadi faktor penting dalam implementasi program.

Ia berharap seluruh pihak terus mendukung upaya mewujudkan lingkungan ramah anak. Dengan kolaborasi kuat, generasi masa depan diharapkan tumbuh optimal dan terlindungi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....