Syawal Jadi Ujian Konsistensi Ibadah Pasca Ramadan

  • 11 Apr 2026 05:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.co.id, Banda Aceh — Bulan Syawal disebut sebagai fase penting untuk menguji konsistensi ibadah umat Islam setelah menjalani Ramadan. Hal ini disampaikan oleh narasumber Kajian Islami RRI Banda Aceh Jumat 10 April 2026, Ustazah Hayatul Rahmi, Lc yang juga anggota IKAT (Ikatan Alumni Timur Tengah) menegaskan bahwa semangat ibadah tidak boleh berhenti setelah Ramadan berakhir.

Menurutnya, Ramadan merupakan bulan pendidikan spiritual yang melatih kesabaran, pengendalian diri, hingga pembiasaan ketaatan. Oleh karena itu, setelah Ramadan, umat Islam diharapkan mampu mempertahankan kebiasaan baik tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menjelaskan, Idul Fitri yang menandai awal Syawal bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk “hadiah” dari Allah setelah umat Islam menyelesaikan ibadah puasa. Namun, setelah itu, umat Islam memasuki fase pengujian terhadap kualitas iman.

“Syawal bukan bulan bebas dari ibadah, tetapi justru menjadi indikator apakah kita hanya menjadi hamba Ramadan atau hamba Allah,” ujarnya.

Salah satu amalan yang dianjurkan adalah puasa enam hari di bulan Syawal. Amalan ini dinilai sebagai bentuk kesinambungan ibadah yang dapat menyempurnakan pahala puasa Ramadan.

Selain itu, fenomena menurunnya semangat ibadah setelah Ramadan disebut sebagai hal yang wajar, karena iman bersifat fluktuatif. Namun demikian, umat Islam diingatkan untuk terus memperbarui niat sebagai pondasi utama dalam menjaga semangat beribadah.

Ustazah Hayatur Rahmi menambahkan, tanda diterimanya ibadah Ramadan dapat dilihat dari meningkatnya amal kebaikan seseorang setelah bulan suci tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....