Aceh Masih Pemulihan Hutan Manggrove Pasca Tsunami 2004
- 06 Apr 2026 06:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Kondisi hutan mangrove di Aceh belum sepenuhnya pulih pasca tsunami 2004.
Pemulihan membutuhkan waktu panjang dan pengelolaan yang tepat.
Dalam dialog Green Radio RRI Banda Aceh Sabtu 4 April 2026, Dr. Irma Dewiyanti, menyebut perubahan garis pantai dan substrat menjadi faktor utama.
Akibatnya, jenis mangrove yang tumbuh saat ini berbeda dibanding sebelum tsunami.
Ia menjelaskan, kawasan pesisir Banda Aceh dan Aceh Besar kini didominasi jenis Rhizophora.
Hal ini dipengaruhi tingginya kandungan pasir pasca bencana.
Sementara di wilayah timur Aceh seperti Aceh Tamiang dan Aceh Timur, mangrove tumbuh lebih beragam.
Kondisi substrat berlumpur mendukung pertumbuhan jenis lain seperti Bruguiera dan Avicennia.
Menurutnya, program rehabilitasi mangrove sudah banyak dilakukan.
Namun tingkat keberhasilannya masih belum optimal.
Tahun pertama penanaman menjadi fase paling kritis bagi bibit mangrove.
Gangguan seperti ternak, kepiting, dan organisme teritip kerap menyebabkan kematian tanaman.
Selain itu, metode penanaman yang belum tepat juga mempengaruhi hasil rehabilitasi.
Banyak penanaman dilakukan tanpa kajian kesesuaian lokasi dan jenis.
Ia menambahkan, pembibitan atau nursery sebelum penanaman sangat dianjurkan.
Cara ini meningkatkan daya tahan tanaman saat dipindahkan ke lokasi pesisir.
Mangrove yang ada saat ini sebagian besar masih dalam kategori anakan.
Dibutuhkan waktu lama untuk kembali menjadi hutan seperti sebelum tsunami.
Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting dalam proses pemulihan.
Pengawasan dan perawatan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....