Merangkul Perbedaan, Memaknai Autisme sebagai Bagian Kemanusiaan

  • 31 Mar 2026 21:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Peringatan Hari Autis Sedunia pada 2 April 2026 menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap anak-anak dengan autisme. Tema “Autisme dan Kemanusiaan: Setiap Kehidupan Bernilai” mengajak semua pihak untuk melihat autisme bukan sebagai keterbatasan, melainkan bagian dari keberagaman manusia.

Kepala Yayasan Amanah Poppy Amalya, Hema Sunarja, dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Banda Aceh, Minggu 29 Maret 2026. Menjelaskan bahwa autisme atau Autism Spectrum Disorder merupakan kondisi perkembangan neurologis yang memengaruhi interaksi sosial, komunikasi, serta perilaku anak. “Autisme ini bukan penyakit, melainkan bagian dari neurodiversity, yaitu keberagaman cara kerja otak manusia,” ujarnya.

Menurut Hema, istilah “spektrum” menunjukkan bahwa setiap individu autistik memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pendekatan yang diberikan juga harus disesuaikan dengan keunikan masing-masing anak. “Tidak ada yang salah dengan cara kerja otak mereka, karena setiap anak itu unik,” katanya.

Ia menekankan bahwa makna kemanusiaan dalam konteks autisme adalah bagaimana masyarakat mampu menerima, merangkul, dan memberi ruang bagi anak-anak autistik untuk berkembang. “Kita tidak boleh memandang mereka sebelah mata, tetapi harus menggali potensi tanpa membatasi keunikan mereka,” tambah Hema.

Melalui peringatan Hari Autis Sedunia, Yayasan Amanah Poppy Amalya berupaya melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas, termasuk orang tua. Hal ini penting agar tercipta lingkungan yang lebih inklusif dan mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus.

“Ini adalah gerakan bersama, bukan hanya tentang autisme, tetapi tentang kemanusiaan. Bahwa setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....