Prof. Mujiburrahman Kembali Daftar Sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry

  • 31 Mar 2026 21:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof, Mujiburrahman kembali mendaftarkan diri sebagai calon rector, untuk periode 2026–2030, di kampus setempat, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Berkas pendaftaran Prof. Mujiburrahman diterima Sekretaris Panitia, Hilmi bersama anggota penjaringan lainnya. Ia datang bersama sejumlah pimpinan dan kolega, termasuk Prof. Yusni Saby, Prof. Rusjdi Ali Muhammad, Prof Muhibbuthabry, Prof Kusmawati Hatta dan Reza Idria. Pencalonan ini dilakukan menjelang berakhirnya masa jabatan Mujiburrahman sebagai rektor periode 2022–2026 pada 28 Juli 2026.

Prof. Mujiburrahman menyebut keputusan kembali maju, didasarkan pada tiga pertimbangan utama, yakni capaian kinerja, keberlanjutan program strategis, serta dukungan dari civitas akademika dan pihak eksternal.

Menurutnya selama masa kepemimpinannya bersama seluruh jajaran pimpinan, UIN Ar-Raniry mengalami kemajuan di berbagai sektor, mulai dari peningkatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, sumber daya manusia, peningkatan jumlah mahasiwa, pembangunan fisik sarana dan prasarana hingga penguatan riset dan reputasi jurnal.

“Sekiranya dalam satu periode kepemimpinan saya sebagai rektor tidak ada kemajuan dan perubahan, maka saya tidak akan mencalonkan diri kembali. Sejak saya diberi amanah sebagai rektor pada pertengahan 2022 hingga sekarang, berkat komitmen, kerja keras, kerja cerdas, serta dukungan seluruh civitas akademika, alumni, dan pemangku kepentingan eksternal, UIN Ar-Raniry telah berkembang dan menunjukkan kemajuan dibandingkan fase sebelumnya,” ujarnya.

Adapun sejumlah program strategis yang sedang berjalan masih membutuhkan kesinambungan. Program tersebut antara lain pengembangan kampus melalui pendanaan luar negeri (PHLN), pembangunan laboratorium halal serta sains dan teknologi, hingga proses pembukaan fakultas kedokteran yang kini dalam tahap evaluasi.

Selain itu, kerja sama internasional juga terus diperluas, termasuk dengan lembaga dari Uni Emirat Arab untuk pengembangan program sosial keagamaan serta rencana pembangunan fasilitas kampus seperti masjid atau Islamic Center dan revitalisasi Lembaga Bahasa. Prof. Mujiburrahman menambahkan dukungan dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta pemangku kepentingan eksternal turut mendorong dirinya kembali maju.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....