Pendamping Tekankan Bangun Rasa Aman Korban Kekerasan
- 31 Mar 2026 05:21 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Korban kekerasan umumnya datang dengan kondisi psikologis yang tidak stabil saat pertama kali mencari bantuan. Rasa takut, cemas, dan khawatir cerita mereka tidak dipercaya menjadi kondisi dominan yang dialami, menurut Konselor UPTD PPA Kota Banda Aceh, Eva Mulia Sara, S.Psi, dalam Dialog Perempuan dan Anak, Senin 30 Maret 2026.
Eva menjelaskan, kondisi korban saat datang sangat beragam. Sebagian terlihat diam, sulit menyampaikan pengalaman, atau menangis sambil berbicara dengan suara pelan. Situasi ini menuntut pendamping berhati-hati dalam membangun komunikasi agar korban merasa aman.
Menurutnya, korban juga kerap menyalahkan diri sendiri atas peristiwa yang dialami. Pandangan negatif dan stigma dari lingkungan sekitar kerap memperburuk kondisi psikologis mereka. “Ada korban yang merasa bersalah dan mempertanyakan dirinya sendiri,” ujarnya.
Pendampingan awal tidak boleh langsung menggali informasi secara mendalam. Langkah pertama adalah membangun rasa aman dan menciptakan suasana nyaman agar korban mau terbuka. Kepercayaan menjadi kunci utama, karena jika korban sudah percaya, mereka akan bercerita dengan sendirinya, sebaliknya paksaan justru membuat korban menutup diri.
Eva menambahkan persepsi masyarakat turut memengaruhi kondisi korban. Stigma sosial sering membuat korban ragu melapor dan mencari bantuan, sehingga dukungan lingkungan sangat penting bagi pemulihan psikologis mereka.
Pendampingan yang tepat diharapkan membantu korban kembali percaya diri. Proses ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan pendekatan empatik untuk memastikan korban dapat pulih secara psikologis dan merasa aman dalam kehidupannya kembali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....