WWF Indonesia Libatkan Masyarakat Mitigasi Konflik Gajah di Aceh
- 31 Mar 2026 03:40 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Upaya mitigasi konflik antara gajah dan manusia di Aceh terus diperkuat melalui pendekatan berbasis masyarakat. Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah melibatkan warga dalam penanganan langsung di lapangan.
Communication and Education Manager WWF Indonesia, Diah R. Sulistiowati, mengatakan pihaknya aktif mendengarkan masukan masyarakat sebagai bagian dari strategi mitigasi konflik satwa liar.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (28/3/2026), Diah menjelaskan masyarakat lokal memiliki pengetahuan penting terkait jalur pergerakan gajah, yang kemudian dimanfaatkan untuk mengurangi potensi konflik.
“Kami belajar dari masyarakat, termasuk informasi jalur lintasan gajah. Itu sangat membantu dalam menentukan langkah mitigasi,” ujarnya.
Selain itu, WWF Indonesia juga membentuk dan melatih tim penanganan flora dan fauna di tingkat desa, seperti yang telah dilakukan di kawasan Karang Ampar. Tim ini dibekali pengetahuan untuk menangani kemunculan gajah tanpa melakukan kekerasan.
Menurut Diah, pelatihan yang dilakukan sejak 2019 tersebut bertujuan mengubah pola penanganan konflik, dari sebelumnya cenderung reaktif menjadi lebih terarah dan ramah satwa.
“Jika gajah masuk ke permukiman, masyarakat diarahkan untuk tidak membunuh, tetapi mengusir dengan cara yang aman,” katanya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antara lembaga konservasi dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan satwa dan keselamatan warga.
WWF Indonesia berharap upaya ini dapat terus diperluas guna meminimalkan konflik serta menjaga kelestarian gajah Sumatera yang habitatnya semakin terancam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....