WWF Sebut Pagar Listrik Jadi Mesin Pembunuh Gajah Sumatera
- 31 Mar 2026 03:16 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Penggunaan pagar kawat listrik oleh masyarakat untuk menghalau Gajah Sumatera dinilai semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menimbulkan korban jiwa, baik bagi satwa dilindungi maupun manusia.
Communication and Education Manager WWF Indonesia, Diah R. Sulistiowati, mengatakan penggunaan arus listrik yang tidak sesuai standar dapat menyebabkan kematian gajah yang masuk ke area kebun warga.
“Selain membahayakan gajah, pagar listrik ini juga berisiko bagi masyarakat, terutama anak-anak yang tidak mengetahui adanya aliran listrik,” ujarnya dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 28 Maret 2026.
Ia menegaskan, praktik tersebut justru dapat memperburuk konflik antara manusia dan satwa liar. Alih-alih menjadi solusi, pagar listrik kerap menjadi pemicu kematian gajah yang dilindungi serta berpotensi menimbulkan persoalan hukum bagi warga.
Menurut Diah, konflik manusia dan gajah seharusnya ditangani dengan pendekatan yang lebih aman dan berkelanjutan. Salah satunya melalui penyediaan kawasan habitat seluas sekitar 90 ribu hektare sebagai ruang jelajah alami gajah.
Dengan tersedianya habitat yang memadai, gajah diharapkan tidak lagi memasuki permukiman atau lahan pertanian warga, sehingga kebutuhan konservasi dan keamanan masyarakat dapat berjalan beriringan.
Ia juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan metode berbahaya dalam mengusir satwa. Sosialisasi terus dilakukan bersama pemerintah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam, dan Kementerian Kehutanan.
“Penanganan konflik harus mengutamakan keselamatan semua pihak, baik manusia maupun satwa. Pagar listrik bukan solusi, justru bisa menjadi ancaman serius,” kata Diah.
WWF menilai, tanpa kesadaran dan komitmen bersama, penggunaan metode berbahaya seperti pagar listrik akan terus berulang dan memperbesar risiko konflik, bahkan mengancam keberlangsungan populasi gajah sumatera yang kian tertekan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....