Pendamping Beberkan Kondisi Psikis Korban Tindakan Kekerasan
- 31 Mar 2026 02:43 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Pendamping sekaligus Konselor Psikologi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Banda Aceh, Eva Mulia Sara, S.Psi, menekankan pentingnya menciptakan rasa aman bagi korban kekerasan sebelum menggali informasi terkait peristiwa yang dialami.
Dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Senin 30 Maret 2026, Eva mengungkapkan korban yang datang untuk mendapatkan pendampingan umumnya berada dalam kondisi psikologis yang beragam. Sebagian besar datang dengan rasa takut terhadap pelaku maupun kekhawatiran bahwa cerita mereka tidak akan dipercaya.
Selain itu, korban juga kerap menunjukkan tanda-tanda kecemasan seperti was-was, menangis, berbicara dengan suara pelan, hingga cenderung diam. Bahkan, tidak sedikit korban yang menyalahkan diri sendiri atas kejadian yang menimpa mereka.
Menurut Eva, kondisi tersebut membuat korban mengalami kebingungan dan keraguan untuk membuka diri. Oleh karena itu, pendamping tidak bisa langsung menanyakan kronologi kejadian saat pertama kali korban datang.
“Pendamping harus terlebih dahulu membangun rasa nyaman dan kepercayaan. Ketika korban merasa aman, mereka akan bercerita dengan sendirinya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pendekatan yang terburu-buru justru berisiko membuat korban menutup diri dan kehilangan kepercayaan terhadap pendamping. Hal ini dapat menghambat proses pemulihan maupun pengungkapan kasus.
Eva menegaskan, tahap awal pendampingan harus difokuskan pada penciptaan ruang aman bagi korban. Dengan demikian, korban dapat secara perlahan mengungkapkan pengalaman traumatis yang dialami tanpa tekanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....