Edukasi WWF Tekan Konflik Gajah dan Warga di Aceh
- 29 Mar 2026 16:23 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - WWF Indonesia memperkuat edukasi masyarakat untuk menekan konflik antara gajah dan warga di Aceh. Upaya ini dilakukan melalui pelatihan desa dan pendekatan berbasis pengalaman masyarakat lokal.
Communications dan Education Manager WWF Indonesia, Diah R. Sulistiowati, mengatakan pendekatan dilakukan dengan mendengar masyarakat.
“kami belajar dari masyarakat tentang jalur lintasan gajah dan cara penanganannya,” ujarnya, dalam Dialog Green Radio, Sabtu 28 Maret 2026.
Menurutnya, WWF mulai intensif melakukan edukasi sejak tahun 2019 di sejumlah desa rawan konflik. Program ini bertujuan mengurangi risiko korban baik dari pihak manusia maupun satwa.
Ia menjelaskan, sebelumnya konflik terjadi karena kesalahan dalam mengusir gajah dari permukiman warga.
Cara yang salah membuat gajah tidak memiliki ruang untuk keluar sehingga berpotensi menyerang. “Kalau gajah dikepung, dia pasti mencari jalan keluar dan bisa membahayakan manusia,” katanya.
Karena itu, masyarakat dilatih cara mengarahkan gajah keluar tanpa kekerasan. WWF juga membentuk tim penanganan flora dan fauna di tingkat desa. Tim ini dilatih khusus untuk merespons kemunculan gajah secara aman dan terkoordinasi.
Diah menyebut keberadaan tim desa mampu menekan konflik secara signifikan. Kasus korban jiwa akibat konflik gajah dilaporkan menurun setelah program berjalan.
Selain itu, tim desa turut berperan sebagai pelatih bagi wilayah lain. Mereka kerap diminta membantu desa lain yang mengalami gangguan gajah.
“Tim desa ini bahkan dipanggil untuk membantu daerah lain mengusir gajah dengan aman,” ujarnya.
Pendekatan kolaboratif ini dinilai efektif memperluas dampak edukasi di masyarakat. WWF berharap edukasi berkelanjutan dapat menjaga keseimbangan antara manusia dan satwa liar. Langkah ini juga mendukung upaya konservasi gajah di Aceh secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....