Disiplin ASN Tak Cukup Diukur dari Kehadiran, tapi Kualitas Layanan
- 28 Mar 2026 19:09 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Disiplin aparatur sipil negara (ASN) pada hari pertama kerja pasca libur Idulfitri dinilai tidak cukup hanya diukur dari tingkat kehadiran, tetapi juga harus mencakup kinerja dan kualitas pelayanan publik.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Aceh, Taufiq Arrahim, dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Rabu 26 Maret 2026, menyatakan bahwa indikator disiplin ASN perlu diperluas agar berdampak langsung pada pelayanan kepada masyarakat.
“Disiplin tidak hanya soal kehadiran, tetapi juga harus dilihat dari kinerja dan kualitas layanan yang diberikan,” ujarnya.
Menurut Taufiq, berbagai instrumen pengawasan dan peningkatan disiplin yang diterapkan di Kota Banda Aceh sudah cukup baik. Namun, ia mengingatkan agar perhatian terhadap pelayanan publik tidak hanya terfokus di ibu kota provinsi.
“Banda Aceh mungkin sudah baik, tetapi daerah di luar Banda Aceh juga harus menjadi perhatian. Harus ada kesetaraan dan pemerataan pelayanan publik,” katanya.
Ia menyoroti masih adanya persoalan yang dihadapi ASN, termasuk kendala transportasi yang berdampak pada kehadiran, seperti keterbatasan kapal penyeberangan yang menyebabkan pegawai tidak dapat kembali tepat waktu setelah mudik.
“Hal-hal seperti ini juga harus menjadi perhatian, termasuk bagi penyedia transportasi, agar mendukung kelancaran tugas ASN,” ujarnya.
Taufiq juga menekankan pentingnya pembangunan karakter ASN sebagai fondasi utama disiplin. Menurutnya, tanpa integritas dan kesadaran diri, berbagai instrumen pengawasan tidak akan efektif.
“Kalau hanya hadir saat sidak, tetapi setelah itu tidak bekerja dengan baik, maka tidak ada artinya. Artinya karakter belum terbentuk,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun Banda Aceh telah menunjukkan capaian yang cukup baik, hal tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi pelayanan publik di seluruh Aceh. Berdasarkan data yang ada, indeks pelayanan publik di Aceh secara umum masih berada di bawah angka 80 persen.
“Kita tidak bisa hanya melihat Banda Aceh sebagai barometer, tetapi juga harus melihat kondisi di daerah lain yang masih memerlukan perhatian serius,” ujarnya.
Taufiq berharap, momentum pasca Lebaran dapat dimanfaatkan untuk memperkuat integritas ASN serta meningkatkan kualitas pelayanan publik secara menyeluruh di Aceh, baik di tingkat kota maupun kabupaten.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....