Illiza: ASN Lakukan Pelanggaran Berulang Terancam Pemotongan TPP 100 Persen

  • 28 Mar 2026 18:51 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, menegaskan pentingnya disiplin dan integritas aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas, khususnya dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.

Dalam wawancara bersama RRI Banda Aceh, Rabu 26 Maret 2026, Illiza menyampaikan bahwa disiplin kerja ASN tidak hanya bergantung pada aturan, tetapi juga pada kesadaran individu masing-masing.

“Disiplin kerja itu kembali kepada personal, tetapi juga ada aturan dan mekanisme yang jelas serta terukur yang kita terapkan,” ujarnya.

Ia menegaskan, setiap pelanggaran disiplin akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari teguran, pembinaan, hingga sanksi administratif.

Menurutnya, sanksi dapat berupa penyesuaian tunjangan, termasuk pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP). Bahkan, bagi ASN yang melakukan pelanggaran berulang, sanksi bisa lebih berat.

“Kalau di balai kota, kita potong 50 persen. Namun jika tahun lalu tidak disiplin dan tahun ini masih mengulang, maka bisa dipotong hingga 100 persen atau tidak mendapatkan TPP,” jelasnya.

Meski demikian, Illiza menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata bersifat menghukum, melainkan membangun kesadaran dan integritas ASN.

Ia berharap ASN menyadari bahwa setiap tugas yang dijalankan merupakan amanah, tidak hanya dari atasan dan masyarakat, tetapi juga dari Tuhan.

“Kalau hanya takut sanksi, disiplin itu tidak akan bertahan lama. Yang kita bangun adalah kesadaran bahwa ini bagian dari ibadah,” katanya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh menerapkan sistem penilaian berbasis aplikasi, seperti e-kinerja dan e-disiplin. Bahkan selama Ramadan, ASN juga didorong meningkatkan aspek spiritual melalui program “ASN Mengaji”.

Dalam sistem tersebut, kehadiran dan ketepatan waktu menjadi syarat untuk mengakses penilaian kinerja. ASN juga diminta membaca Al-Qur’an, memahami maknanya, dan menuliskannya sebagai bagian dari evaluasi kinerja.

Illiza menambahkan, pendekatan ini bertujuan membentuk ASN yang tidak hanya profesional, tetapi juga memiliki integritas dan spiritualitas yang kuat.

“Harapannya ini menjadi kebiasaan. Kita ingin ASN menjadi pelayan masyarakat atau khadimul ummah, bukan sekadar pemerintah yang memerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan, kualitas pelayanan publik sangat bergantung pada integritas ASN. Oleh karena itu, pembinaan disiplin dan nilai-nilai moral menjadi kunci dalam mewujudkan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....