Akademisi: Etika Penyiaran Penting Cegah Disinformasi

  • 27 Mar 2026 05:41 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Akademisi komunikasi dari Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Hendra Saputra, menilai penerapan etika penyiaran sangat penting untuk mencegah penyebaran disinformasi di tengah derasnya arus informasi digital.

Dalam dialog RRI Banda Aceh Senin 16 Maret 2026, Hendra mengatakan penyiaran memiliki pengaruh besar dalam membentuk opini publik.

Menurutnya, media melalui proses editorial dan framing dapat menentukan bagaimana masyarakat memahami suatu isu.

“Penyiaran memiliki kekuatan agenda setting, yaitu menentukan isu apa yang dianggap penting oleh masyarakat,” kata Hendra Saputra.

Ia menambahkan, tanpa etika penyiaran yang jelas, media berpotensi menjadi alat propaganda dan penyebar informasi yang menyesatkan.

Karena itu pedoman seperti P3SPS dinilai penting sebagai instrumen pengendalian sosial dalam dunia penyiaran.

“Etika penyiaran berfungsi sebagai rem agar kebebasan berekspresi tidak bertabrakan dengan hak publik mendapatkan informasi yang benar,” ujarnya.

Hendra juga menyoroti kecenderungan sebagian media yang mengejar rating dan engagement sehingga berpotensi mengabaikan kualitas konten.

Padahal menurutnya, frekuensi siaran merupakan sumber daya publik yang harus dimanfaatkan untuk menghadirkan informasi edukatif dan berkualitas.

Ia menilai penerapan etika penyiaran juga penting untuk menjaga keberagaman budaya, khususnya di Aceh yang memiliki kekhasan nilai-nilai syariat dan kearifan lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....