Bantuan Pangan Februari–Maret 2026 Mulai Disalurkan untuk 819.280 Warga Aceh
- 18 Mar 2026 14:17 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Besar - Perum Bulog Wilayah Aceh mulai menyalurkan bantuan pangan untuk alokasi Februari–Maret 2026. Kegiatan penyaluran secara simbolis berlangsung di Kantor Kepala Desa Lampuuk, Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, yang diresmikan oleh Wakil Bupati Aceh Besar, Syukri.
Puluhan warga di desa tersebut tampak menerima bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan minyak goreng merek Minyakita. Bantuan ini merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam menjaga ketahanan pangan dan membantu masyarakat berpenghasilan rendah.
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Aceh, Ihsan, menyampaikan bahwa secara keseluruhan jumlah penerima bantuan pangan (PBP) di Provinsi Aceh mencapai 819.280 orang.
“Untuk Provinsi Aceh seluruhnya itu ada 819.280 PBP. Untuk berasnya setara 16.385 ton, kemudian minyak goreng sebanyak 3.277.120 liter. Ada peningkatan sekitar 54 persen dibanding periode sebelumnya,” ujar Ihsan.

Ia juga mengungkapkan adanya penambahan jumlah penerima manfaat sekitar 288 ribu orang. Menurutnya, data penerima tersebut bersumber dari Kementerian Sosial, yang dihimpun melalui Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas terkait.
“Yang jelas kami menggunakan data dari Kementerian Sosial. Untuk penambahan penerima ini terjadi secara nasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan Aceh, Surya Rayendra, menjelaskan bahwa bantuan beras dan minyak goreng merupakan langkah strategis dalam mengendalikan inflasi, mengingat kedua komoditas tersebut berkontribusi besar terhadap kenaikan harga.
“Pemerintah sudah mengatur harga beras dan minyak goreng, khususnya Minyakita. Kami bersama Satgas Pangan terus melakukan pengawasan agar tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET),” ujarnya.

Ia menambahkan, pengawasan juga dilakukan hingga ke tingkat kilang padi untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak memberatkan masyarakat.
| Baca juga: UIN Ar-Raniry Buka Pendaftaran Calon Rektor |
Selain itu, Surya mengimbau masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah. Ia mendorong warga untuk memanfaatkan pekarangan rumah dengan menanam kebutuhan pangan sehari-hari seperti cabai, tomat, dan sayuran.
“Minimal setiap rumah tangga memiliki tanaman sendiri agar tidak selalu bergantung pada pasar,” katanya.
Salah seorang penerima bantuan, Erna, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Bantuan beras yang diterima dinilai mampu meringankan beban ekonomi keluarganya.
“Alhamdulillah sangat membantu. Dengan adanya bantuan ini, saya tidak perlu membeli beras untuk dua bulan ke depan,” ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....