Longsor Ketol Masih Rawan, Warga Diminta Jauhi Lokasi
- 28 Feb 2026 00:30 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Tengah - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah menyatakan kondisi longsor di Kampung Pondok Balik, Kecamatan Ketol, masih sangat rentan. Area di sekitar bibir longsoran dinilai belum aman untuk aktivitas masyarakat.
Staf Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Aceh Tengah, Ir. Atika Pratiwi dalam dialog RRI Banda Aceh Menyapa Selasa 24 Februari 2026, mengatakan potensi pergerakan tanah masih tinggi. Terutama saat curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih sering terjadi.
Ia menegaskan masyarakat tidak diperkenankan beraktivitas di sekitar lereng longsor. Termasuk untuk bertani maupun sekadar melihat lokasi kejadian. Menurutnya, BPBD telah memasang garis pembatas, papan peringatan, serta penandaan zona rawan. Langkah itu dilakukan sebagai mitigasi agar warga tidak mendekat ke area berisiko.
“Atas dasar keselamatan, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas terlalu dekat dengan lokasi longsor,” ujarnya dalam Dialog Banda Aceh. Atika menjelaskan, pemantauan dilakukan secara berkala terutama setelah hujan turun. Pemerintah daerah juga telah mengalihkan aliran drainase yang sebelumnya mengarah ke lokasi longsor.
| Baca juga: BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Aceh |
Pengalihan dilakukan ke wilayah Kampung Benar Ayu, Kabupaten Bener Meriah. Meski demikian, masih ada sebagian debit air yang mengalir ke area longsor. Ia menambahkan, jalan alternatif pertama yang sempat dibangun kini sudah tidak bisa digunakan. Pemerintah daerah telah membuka jalur alternatif kedua untuk menjaga akses masyarakat.
Selain itu, Kementerian PUPR bersama pemerintah daerah tengah melakukan survei pembangunan jembatan darurat. Upaya tersebut untuk menjaga konektivitas antarwilayah. BPBD juga terus melakukan sosialisasi kebencanaan kepada aparatur kampung dan masyarakat. Edukasi diberikan sesuai jenis ancaman bencana di masing-masing kecamatan.
Atika mengimbau warga tetap waspada namun tidak panik. Ia juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. “Kesiapsiagaan bersama adalah kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....