Ngarai Ketol Semakin Meluas Capai 27 Ribu Meter
- 25 Feb 2026 09:24 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Fenomena lubang raksasa yang muncul di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus meluas. Hingga saat ini, luas area terdampak dilaporkan telah mencapai sekitar 27 ribu meter persegi, dan memanjang sepanjang 5 KM Linier, sehingga memicu perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat setempat.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran warga karena pergerakan tanah masih berpotensi terjadi. Area di sekitar lokasi pun telah dibatasi untuk mencegah masyarakat mendekat ke titik longsoran yang dinilai berbahaya.
| Baca juga: BRIN Dorong Mitigasi Cepat Longsor Ketol |
Kepala Pusat Riset Kebencanaan Geologi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Adrin Tohari, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan proses erosi bawah permukaan tanah.
“Erosi bawah permukaan terjadi ketika adanya kenaikan muka air tanah yang kemudian menyebabkan rembesan di kaki lereng dan menggerus lapisan tufa atau batuan sedimen berpori. Hal ini menyebabkan perlemahan kaki tebing dan bagian atas tebing runtuh secara perlahan,” kata Adrin kaat berdialog dengan RRI Banda Aceh, Selasa 24 Februari 2026.
Menurutnya, karakteristik batuan sedimen berpori membuat struktur tanah menjadi lebih rentan saat terjadi peningkatan tekanan air di bawah permukaan. Proses tersebut dapat berlangsung bertahap, sehingga longsoran tampak meluas dari waktu ke waktu.
Kepala Bidang Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Aceh, Ikhlas, mengimbau masyarakat agar tidak mendekati tepi longsoran. “Kami mengimbau masyarakat untuk menjauh dari area tepi longsoran karena lokasi tersebut masih sangat rawan terjadi longsoran susulan,” ujarnya.
Pemerintah daerah bersama instansi teknis terus melakukan kajian dan pemantauan guna mengantisipasi risiko lanjutan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama di kawasan terdampak. selain itu masyarakat dihimbau untuk tidak lewati garis polisi dan tetap mentaati rambu rambu rawan bencana yang telah dipasang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....