Begini Teknologi Sederhana Tekan Volume Sampah Kota

  • 17 Feb 2026 00:48 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Teknologi sederhana dinilai efektif mengurangi volume sampah di perkotaan. Pendekatan ini dinilai lebih realistis dibanding penggunaan insinerator berbiaya tinggi.

Anggota Sustainable Development Goals Universitas Syiah Kuala, Dr. Rini Safitri, M.Si mengatakan solusi murah perlu diutamakan. Terutama untuk daerah dengan jumlah penduduk besar dan keterbatasan anggaran.

“Yang paling mudah itu pencacah plastik dulu sehingga bisa dijual kembali,” ujarnya, dalam Dialog Green Radio RRI,Sabtu, 14 Februari 2026. Ia menilai langkah pemilahan dan pencacahan lebih aplikatif bagi masyarakat.

Menurutnya, sampah organik juga dapat dicacah agar cepat terurai menjadi kompos. Proses itu bisa dipercepat menggunakan teknologi bioaktivator sederhana.

Rini mencontohkan gerakan anak muda di sebuah desa yang mengoptimalkan pilah sampah. Plastik yang telah dicacah kemudian dijual sehingga memiliki nilai ekonomi.

Ia menegaskan tumpukan sampah terpilah tanpa pengolahan justru menimbulkan persoalan baru. Karena itu, alat pencacah menjadi solusi awal yang realistis diterapkan.

Selain teknologi sederhana, pendekatan sains modern juga dapat dimanfaatkan. Pemanfaatan kecerdasan buatan dinilai mampu mempercepat proses sortir sampah.

“Teknologi AI bisa membantu pemisahan material daur ulang secara otomatis,” katanya. Sistem itu dikenal sebagai material recovery facility berbasis kecerdasan buatan.

Ia menambahkan konsep smart waste management berbasis Internet of Things juga berkembang. Sensor pada tempat sampah dapat memantau kapasitas secara real time.

Data tersebut membantu optimalisasi rute pengangkutan sampah oleh petugas. Rini berharap kolaborasi teknologi sederhana dan digital mampu menekan volume sampah kota.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....