Aceh Dorong Pendidikan Vokasi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

  • 10 Feb 2026 22:07 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Nilai strategis dalam mengklasifikasikan tenaga ahli menjadi kunci penting dalam menjawab perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat. Penguatan kompetensi tidak hanya difokuskan pada keterampilan teknis (hard skills), tetapi juga mencakup kemampuan analisis, pemecahan masalah, tanggung jawab profesional, serta kemampuan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui penguatan pendidikan vokasi. Langkah ini dilakukan untuk mencetak tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat regional, nasional, hingga global.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, mewakili Gubernur Aceh saat membuka kegiatan Pemberian Kompetensi Tambahan dan Uji Kompetensi SDM Vokasional Klasifikasi Jenjang 7 di Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Senin, 9 Februari 2026.

“Aspek teknis tetap menjadi fondasi utama dalam klasifikasi tenaga ahli. Namun, penguasaan keterampilan teknis harus diiringi kemampuan analisis, pemecahan masalah, serta tanggung jawab profesional agar lulusan benar-benar siap menghadapi tantangan dunia kerja,” ujar M. Nasir.

Ia menambahkan, perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi menuntut tenaga kerja untuk terus belajar dan memperluas wawasan. Menurutnya, sikap adaptif menjadi kunci agar SDM Aceh tidak tertinggal dan mampu berkontribusi optimal dalam pembangunan daerah.

M. Nasir juga menilai Universitas Syiah Kuala telah menunjukkan peran nyata dalam menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Aceh. Melalui sertifikasi kompetensi yang kredibel, lulusan vokasi diharapkan memiliki nilai tambah yang jelas di pasar kerja.

“USK telah berkontribusi besar dalam menyiapkan lulusan vokasi yang sesuai kebutuhan daerah. Sertifikasi kompetensi menjadi nilai tambah penting agar lulusan memiliki daya saing yang nyata,” kata M. Nasir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....