Mahasiswa USK Bantu Pemberdayaan Ekonomi Korban Banjir
- 01 Feb 2026 19:18 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Aceh Timur - Universitas Syiah Kuala (USK) mengirimkan 50 mahasiswa dari lima fakultas untuk terlibat langsung dalam Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra Tahun 2026, yang berlangsung di Desa Seuneubok Simpang, Kecamatan Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur. Kegiatan tersebut dimulai secara resmi melalui serah terima peserta kepada tokoh dan warga desa pada Minggu, 31 Januari 2026
Program ini melibatkan mahasiswa dari FKIP, FISIP, FMIPA, FT, dan FEB dengan dominasi peserta perempuan 47 orang dan tiga laki-laki, yang didampingi oleh tiga dosen pembimbing, yaitu Prof. Dr. Zumaidar, S.Si., M.Si, Dr. Ir. Laina Hilman Sari, S.T., M.Sc, serta Rizanna Rosemary, MHC., PhD.
Langkah ini diambil untuk memperkuat kapasitas masyarakat desa dalam proses pemulihan dan pemberdayaan setelah terdampak banjir, sekaligus memberikan pengalaman nyata bagi generasi muda dalam menerapkan keilmuan mereka di lapangan. Adapun program yang akan dijalankan adalah pemanfaatan tanaman lokal dan inovasi digital untuk ketahanan pangan, kesehatan dan lingkungan.
| Baca juga: USK Gandeng Peternak Lokal untuk Kurban |
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Zumaidar menjelaskan bahwa USK hadir turut mendukung program kementerian dalam proses pemulihan masyarakat pasca banjir, dengan mendampingi kemandirian masyarakat.
"Kterlibatan mahasiswa tidak hanya soal tindakan langsung, tetapi juga soal pembelajaran sosial dan pemberdayaan komunitas untuk masa depan yang lebih mandiri. Pernyataan ini menunjukkan komitmen universitas dalam menanamkan nilai tanggung jawab sosial kepada mahasiswanya," katanya.
Zumaidar juga menambahkan, pengalaman ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk merasakan kehidupan nyata di desa serta berkontribusi sesuai bidang ilmu yang mereka tekuni.
“Program ini menawarkan pengalaman hidup di desa yang sangat berharga sekaligus memberi kontribusi nyata sesuai keilmuan masing-masing,” ujarnya.
Dia menyatakan program ini menggabungkan pendidikan dan pelayanan masyarakat pascabencana. Respons masyarakat Desa Seuneubok Simpang sangat positif terhadap kehadiran mahasiswa USK.
Kepala Desa, Zulkilfli, bersama aparat desa, Ketua PKK, dan Ketua Kelompok Tani menyambut baik program ini dengan harapan bahwa pendampingan dan pemberdayaan yang dilakukan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat setempat dan mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Seunebok Simpang adalah desa terpencil, sehingga kami dan masyarakat menerima dengan senang kehadiran adik-adik mahasiswa untuk bekerjasama dengan masyarakat membangun desa kembali," kata Zulkifli.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....