Psikososial Jadi Kunci Pulihkan Mental Penyintas Bencana Banjir

  • 28 Jan 2026 23:50 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan APSI Wilayah Aceh, Rulia Hanifah, menegaskan penanganan pascabencana tidak boleh langsung dilabeli sebagai trauma healing, melainkan harus diawali dengan pendekatan psikososial, tegasnya dalam Dialog Tanggap Bencana RRI Banda Aceh, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan, secara umum hanya sekitar 13 hingga 15 persen penyintas yang benar-benar mengalami trauma berat atau gangguan stres pascatrauma, sementara sebagian besar membutuhkan dukungan emosional ringan. “Tidak semua penyintas trauma. Psikososial bisa dilakukan siapa saja lewat bermain, menggambar, bercerita, dan aktivitas menyenangkan. Trauma berat harus ditangani profesional seperti psikolog,” ujarnya.

Menurut Rulia, pendekatan psikososial membantu mengeluarkan emosi negatif anak-anak yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Aktivitas kreatif seperti membuat gambar atau bermain clay terbukti efektif mengurangi kesedihan dan ketakutan.

Ia juga menyebut lansia memiliki pola respons yang mirip dengan anak-anak, seperti menolak makan, ingin pulang terus, hingga kehilangan rasa nyaman beribadah akibat kehilangan perlengkapan ibadah. Rulia menilai masyarakat Aceh memiliki keunggulan dalam daya pulih mental karena faktor religiusitas yang kuat.

“Keimanan membuat masyarakat lebih cepat bangkit dan menerima kenyataan. Ini modal besar dalam pemulihan pascabencana,” katanya. Namun ia mengingatkan agar bantuan kemanusiaan tetap menjaga martabat penyintas.

“Membantu bukan berarti menghilangkan harga diri mereka. Cara memberi yang tidak tepat justru bisa melukai perasaan dan berdampak psikologis ke depan,” ujarnya. Ia berharap ke depan asesmen psikologis dilakukan secara bertahap untuk memilah penyintas yang membutuhkan pendampingan profesional, sehingga pemulihan mental berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....