Trauma Pasca Bencana, Anak dan Lansia Paling Rentan

  • 28 Jan 2026 23:38 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan Asosiasi Psikolog Indonesia (APSI) Wilayah Aceh, Rulia Hanifah, mengatakan trauma pasca bencana merupakan luka psikologis yang tidak kasat mata, namun dapat berdampak panjang bagi penyintas.

Ia menjelaskan, pengalaman ekstrem saat bencana tidak selalu menimbulkan trauma pada semua orang. Namun, kondisi psikologis setiap individu berbeda dan perlu dipahami secara cermat melalui pendekatan asesmen awal.

“Trauma itu seperti luka batin. Tidak semua penyintas mengalaminya, tetapi kondisi psikologis mereka tetap harus diperhatikan karena tidak bisa dilihat langsung dari luar,” kata Rulia dalam Dialog Tanggap Bencana RRI Banda Aceh, Selasa (20/1/2026).

Menurutnya, gejala trauma kerap muncul tidak di hari-hari awal pascabencana, melainkan beberapa minggu hingga bulan kemudian. Bentuknya antara lain gangguan tidur, ketakutan saat hujan, cemas melihat awan gelap, hingga anak yang enggan berpisah dari orang tua dan menolak kembali ke sekolah.

Rulia menambahkan, fokus penanganan yang masih dominan pada kebutuhan fisik membuat aspek psikologis sering tertunda. “Di awal bencana orang sibuk mengurus makan, pakaian, dan tempat tinggal. Perasaan jarang ditanya. Padahal trauma sering muncul belakangan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kerentanan kelompok anak-anak, perempuan, dan lansia yang lebih mengandalkan emosi dibanding logika dalam menghadapi situasi krisis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....