Peran Perguruan Tinggi Kunci Ketangguhan Bencana Aceh
- 26 Jan 2026 10:58 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh -Perguruan tinggi di Aceh memegang peran strategis tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai kekuatan nyata dalam penanganan bencana, mulai dari mitigasi, respons darurat, hingga pemulihan pascabencana. Hal tersebut mengemuka dalam Dialog Banda Aceh Menyapa di Pro 1 RRI Banda Aceh, Senin (26/1/2026).
Ketua Program Studi Ilmu Kebencanaan Universitas Syiah Kuala (USK), Prof. Dr. Muhsin Umar, S.Si., M.Si., M.Phil., yang juga Wakil Ketua Satuan Tugas (Satgas) Respons Bencana Aceh, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terlibat aktif dalam isu kebencanaan.
“Perguruan tinggi tidak boleh hanya hadir di ruang kelas dan laboratorium. Dalam konteks bencana, kampus harus turun langsung ke lapangan dengan basis keilmuan yang dimiliki,” ujar Prof. Muhsin.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi mencakup penyusunan kajian risiko bencana, pengembangan teknologi mitigasi, edukasi kebencanaan bagi masyarakat, hingga dukungan ilmiah bagi pemerintah dalam pengambilan kebijakan. Aceh, sebagai wilayah yang rawan bencana, membutuhkan pendekatan berbasis ilmu agar penanganan yang dilakukan lebih terukur dan berkelanjutan.
Prof. Muhsin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat sebagai kunci utama memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana.
Sementara itu, Direktur Rumah Amal Masjid Jamik Universitas Syiah Kuala, Tedy Kurniawan Bakri, M.Farm., Apt., menyoroti peran kemanusiaan perguruan tinggi melalui aksi sosial dan solidaritas. Ia mengatakan bahwa kampus memiliki potensi besar dalam menggerakkan kepedulian sivitas akademika dan masyarakat luas saat bencana terjadi.
“Perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu, tetapi juga pusat empati. Melalui Rumah Amal, kami berupaya menghubungkan kepedulian sivitas akademika dengan kebutuhan nyata masyarakat terdampak bencana,” kata Tedy.
Ia menjelaskan, Rumah Amal Masjid Jamik USK secara aktif terlibat dalam penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan, baik dalam bentuk logistik, dana, maupun dukungan sosial bagi korban bencana. Menurutnya, peran ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang melekat pada identitas perguruan tinggi.
Dialog tersebut juga menegaskan bahwa peran perguruan tinggi dalam penanganan bencana tidak bersifat insidental, melainkan harus terintegrasi dalam sistem kebencanaan daerah. Pendidikan kebencanaan, riset terapan, serta penguatan jejaring relawan berbasis kampus dinilai sebagai investasi jangka panjang untuk membangun Aceh yang lebih tangguh.
Melalui pendekatan ilmu dan aksi kemanusiaan, perguruan tinggi diharapkan terus menjadi garda terdepan dalam menjawab tantangan kebencanaan, sekaligus mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan sistem penanganan bencana yang adaptif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....