Jembatan Bailey Kutablang Dibatasi Maksimal 30 Ton

  • 28 Des 2025 13:57 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Bireuen: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) resmi mengoperasikan Jembatan Bailey Krueng Tingkeum di Kutablang, Kabupaten Bireuen, Sabtu (27/12/2025). Jembatan darurat tersebut mulai difungsikan kembali setelah jembatan permanen di lokasi yang sama rusak berat akibat banjir bandang pada 27 November lalu.

Direktur Pembangunan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Rakhman Taufik, mengatakan jembatan darurat yang baru selesai dirakit oleh prajurit TNI dari Zidam Kodam Iskandar Muda dan Zipur 16, dengan dukungan PT Adhi Karya dan PT Krueng Meuh, kini bisa digunakan oleh masyarakat dengan ketentuan khusus.

“Alhamdulillah hari ini jembatan Bailey Krueng Tingkeum sudah siap dan bisa dilintasi kendaraan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima RRI Minggu (28/12/2025).

Namun, Rakhman menegaskan bahwa jembatan bailey hanya dapat dilalui kendaraan dengan bobot maksimal 30 ton. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas dan keamanan struktur jembatan, mengingat jembatan tersebut bersifat sementara dan memiliki kapasitas terbatas.

“Jembatan ini memiliki panjang 63 meter, lebar 4 meter, dan tinggi 4 meter. Kami minta semua pengguna jalan mematuhi batas muatan agar jembatan ini tetap aman digunakan sampai jembatan permanen dibangun,” jelasnya.

Selain pembatasan bobot, sistem lalu lintas di atas jembatan juga diberlakukan secara buka-tutup agar tidak terjadi penumpukan kendaraan berat yang berpotensi membebani konstruksi.

Pemkab setempat mengapresiasi upaya cepat pemerintah pusat dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan darurat tersebut. Jembatan ini memiliki peran vital karena menghubungkan Bireuen dengan sejumlah kabupaten dan kota lain di Aceh, termasuk jalur utama Bireuen–Lhokseumawe.

Putusnya jembatan ini sebelumnya bukan hanya berdampak bagi Bireuen, tapi juga daerah lain. Sekarang, meski masih jembatan darurat, masyarakat sudah sangat terbantu. Untuk dikethaui proses perakitan jembatan bailey dilakukan dalam waktu 14 hari. Pihaknya mengebut pengerjaan karena ruas jalan ini merupakan akses utama transportasi dan distribusi logistik di wilayah pesisir utara Aceh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....