Jaga Komunikasi Itu Penting Biar Tidak di Ghosting
- 23 Sep 2025 20:51 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Istilah ghosting kerap identik dengan hubungan percintaan. Namun, Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) Wati Aceh mengajak generasi muda untuk melihat ghosting dari sudut pandang berbeda, yakni dalam konteks komunikasi di lingkungan organisasi. Menurut mereka, memutus komunikasi tanpa penjelasan yang jelas juga sering terjadi di lingkup kerja tim, dan hal ini bisa mengganggu kinerja bersama.
Kepala Divisi PPK Koordinator Wilayah PII Wati Aceh, Salyatul Maulid, dalam dialog interaktif talk and trends, Minggu, (7/9/2025), menjelaskan bahwa menjaga komunikasi yang baik sangat penting agar anggota organisasi tidak saling “menghilang” atau tiba-tiba memutuskan kontak. “Kita sering dengar kata ghosting identik dengan pacaran. Padahal, dalam organisasi pun bisa terjadi hal serupa ketika komunikasi terputus tanpa penjelasan,” ujarnya.
Salyatul menambahkan, ghosting dalam organisasi dapat disadari maupun tidak. “Kalau disadari, misalnya sudah ada kesepakatan untuk melakukan kegiatan di hari tertentu, tapi ketika hari H, salah satu pihak sama sekali tidak memberi kabar. Itu jelas bentuk ghosting,” ungkapnya.
Namun, kondisi yang tidak disadari kerap lebih kompleks. Ia mencontohkan, konflik yang berlarut-larut dalam tim bisa membuat komunikasi perlahan renggang. “Awalnya mungkin cuma balasan pesan yang singkat atau lama, lalu makin lama jadi jarang merespons hingga akhirnya benar-benar memutus komunikasi,” jelas Salyatul.
Menurutnya, kebiasaan seperti itu bisa muncul karena berbagai alasan. “Penyebab seseorang melakukan ghosting pasti ada. Bisa jadi karena merasa tidak nyaman, ada masalah pribadi, atau memang ada konflik yang tidak diselesaikan dengan baik,” katanya.
PII Wati Aceh menekankan pentingnya menjaga ritme komunikasi agar organisasi tetap solid dan tujuan bersama tercapai. “Kita harus tetap seirama, sama-sama tahu tujuan, dan berkomitmen menjaga komunikasi yang sehat. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa diabaikan,” tegas Salyatul.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa komunikasi bukan hanya soal membalas pesan, tetapi juga kesadaran untuk saling menghargai. “Kalau ada kendala, sampaikan. Jangan sampai teman-teman merasa kita hilang begitu saja tanpa alasan,” tuturnya.
Salyatul berharap pesan ini dapat menjadi pengingat bagi pelajar dan anggota organisasi lainnya. “Komunikasi yang baik adalah kunci keberhasilan. Jangan sampai kita sendiri yang merusak kerja sama karena kebiasaan ghosting,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....