PII Aceh Soroti Kualitas Pendidikan Aceh
- 20 Jun 2025 17:49 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Pimpinan Wilayah Pelajar Islam Indonesia (PW PII) Aceh menilai sistem pendidikan di Indonesia, khususnya di Aceh, masih membutuhkan perhatian serius, meski secara nominal anggaran pendidikan tergolong besar. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum PW PII Aceh, M. Rendi Febriansyah, dan Ketua I Bidang Kaderisasi, Rini Safitri, dalam perbincangan bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu (18/6/2025).
Dalam refleksinya, Rendi menyampaikan bahwa keterlibatannya di PII berawal dari kegiatan kepramukaan saat duduk di bangku SMP. Dari sekadar mengikuti kemah, ia mulai tertarik dan merasa nyaman dengan atmosfer kegiatan PII yang dinamis dan membangun. “Awalnya coba-coba, tapi ternyata makin ke dalam makin asik. Sekarang malah sulit untuk meninggalkan, karena sudah jatuh cinta,” ucapnya.
Meski sempat vakum selama dua tahun, Rendi kembali aktif dan dipercaya menjadi pengurus daerah hingga kini menjabat sebagai ketua umum. Ia menyebut pengalaman pribadinya sebagai bukti bahwa organisasi seperti PII mampu mengarahkan potensi remaja ke arah positif. “Dulu saya termasuk anak yang bandel, suka bolos, suka ribut. Tapi PII mengubah cara pandang saya, dan memberi ruang untuk bertumbuh,” ujarnya.
Senada dengan Rendi, Rini Safitri menyampaikan bahwa kehadiran PII menjadi penopang terhadap berbagai kekurangan dalam sistem pendidikan formal. Menurutnya, sistem kurikulum saat ini terlalu menuntut capaian nilai tanpa memberi ruang pembentukan karakter dan kedisiplinan belajar.
“Banyak guru dituntut memberi nilai tinggi, tapi realitanya siswa hanya mendapat nilai rendah saat ujian. Ini bukan sekadar soal fasilitas, tapi kurikulum juga perlu dievaluasi,” jelas Rini. Ia menambahkan, PII mengajarkan banyak hal yang tidak didapat di sekolah formal, mulai dari kepemimpinan, manajemen waktu, hingga penguatan nilai spiritual dan nasionalisme.
Rendi juga menyoroti persoalan anggaran pendidikan di Aceh yang telah dialokasikan 20% dari APBA, namun belum optimal dimanfaatkan. “Masih banyak anak-anak yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Jadi, bukan hanya soal besarannya, tapi bagaimana anggaran itu digunakan dengan benar dan tepat sasaran,” tuturnya.
Melalui kegiatan kaderisasi, pelatihan, dan aksi sosial, PII Aceh terus mendorong pelajar agar menjadi generasi yang berdaya saing dan mampu berpikir kritis. Kedua narasumber berharap semakin banyak pelajar yang bergabung dengan organisasi kepemudaan seperti PII, sebagai wadah pembentukan karakter dan kontribusi nyata terhadap masa depan pendidikan Aceh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....