Mental Tangguh Bangun Kemandirian Disabilitas
- 20 Mei 2025 01:16 WIB
- Banda Aceh
KBRN, Banda Aceh: Kemandirian bagi penyandang disabilitas tidak hanya dilihat dari sisi fisik, tetapi juga dari sisi mental. Hal ini disampaikan Ketua DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Aceh, Yulidar. Menurutnya, mental yang kuat adalah fondasi utama agar mereka mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai tantangan sosial.
“Kalau kemandirian mental mereka sudah terbentuk, maka fisiknya juga akan mengikuti. Karena ketika mereka menghadapi diskriminasi atau hambatan, mereka tidak akan mudah jatuh,” ujar Yulidar dalam dialog Disabilitas bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (3/5/2025).
Ia mengatakan bahwa perempuan penyandang disabilitas menghadapi beban ganda berupa diskriminasi karena gender dan kondisi fisik, yang kerap membuat mereka terpinggirkan dari akses kehidupan yang layak.

Ketua DPD Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Aceh, Yulidar dalam dialog Disabilitas bersama RRI Banda Aceh, Sabtu (3/5/2025).
Yulidar juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam membentuk mental yang tangguh bagi anggota keluarga yang menyandang disabilitas. “Kalau mereka terus dikukung, disembunyikan, tidak boleh keluar rumah, itu sangat kita sayangkan. Mereka punya potensi untuk berkarya,” ungkapnya.
Lanjutnya, langkah awal yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi dan kesadaran keluarga tentang potensi dan hak penyandang disabilitas. Selain itu, lingkungan dan pemerintah juga perlu memberikan ruang dan perhatian khusus kepada perempuan disabilitas.
Disamping itu, ia katakan, HWDI Aceh selama ini telah menjalin kerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di Aceh guna meningkatkan kapasitas para disabilitas.
“Selama ini kita bekerja sama dengan CSO ada di Aceh untuk memperkenalkan kawan-kawan disabilitas. Kita juga memperluas jaringan dengan kawan-kawan CSO untuk meningkatkan kapasitas para disabilitas khususnya perempuan agar menjadi lebih mandiri dengan adanya pelatihan-pelatihan secara non formal,” ungkapnya.
Dengan terus menguatkan advokasi dan edukasi, Yulidar berharap penyandang disabilitas, terutama perempuan, mendapatkan haknya untuk hidup mandiri dan bermartabat. Ia mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan mendukung bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa terkecuali.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....