Pasar Aceh Sepi, Dewan Siapkan Strategi

  • 08 Mei 2025 22:04 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi Pasar Aceh menunjukkan penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan. Fenomena ini menjadi perhatian banyak pihak, terutama para pedagang yang menggantungkan penghasilan mereka dari aktivitas jual beli secara langsung di pasar tersebut. Seiring berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi, tren belanja masyarakat pun mulai bergeser. Kini, belanja secara daring atau online semakin diminati oleh berbagai kalangan, terutama karena dianggap lebih praktis dan efisien.

Menanggapi kondisi ini, Wakil Ketua Komisi II DPRK Banda Aceh, Iqbal Djohan, menyampaikan pandangannya dalam sebuah dialog interaktif yang berlangsung di PRO 1 RRI Banda Aceh, pada Rabu (7/5/2025). Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap sepinya aktivitas di Pasar Aceh. “Pasar Aceh saat ini bisa dikatakan mulai sepi dari pengunjung. Ini mungkin akibat dari penjualan online yang semakin diminati oleh masyarakat di era digital ini. Beberapa dari pedagang memang ada yang mengeluh dengan kondisi saat ini, namun kita juga akan mencari solusi agar hal ini bisa kembali menjadi stabil,” ujar Iqbal.

Dalam upaya memulihkan kondisi pasar tradisional yang semakin tergerus oleh e-commerce, Iqbal menjelaskan bahwa ia bersama rekan-rekan di DPRK sedang merancang sejumlah kegiatan untuk menghidupkan kembali daya tarik Pasar Aceh. Salah satu inisiatif yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat adalah penyelenggaraan berbagai acara menarik di lantai tiga pasar. “Saya dan rekan dewan, rencana akan membuat event-event seperti lomba mewarnai dan juga kegiatan-kegiatan lomba anak-anak di lantai tiga, supaya para ibu-ibu yang berbelanja semakin betah di Pasar Aceh, dan anak-anaknya juga bisa senang saat beraktivitas tersebut,” jelas Iqbal.

Langkah ini diharapkan tidak hanya memberi kenyamanan bagi para pembeli, tetapi juga mampu menciptakan suasana pasar yang lebih hidup dan menyenangkan, terutama pada akhir pekan. Kegiatan yang ramah keluarga seperti ini diharapkan menjadi magnet baru bagi masyarakat untuk kembali meramaikan pasar tradisional.

Selain itu, Iqbal juga mengajak para pedagang untuk tidak hanya menunggu pembeli datang, melainkan aktif dan kreatif dalam menjangkau konsumen. Ia menegaskan pentingnya inovasi dan strategi pemasaran yang lebih modern agar mampu bersaing dengan platform digital.

Menurutnya, komitmen pemerintah untuk terus mendukung penguatan sektor perdagangan lokal. Dengan kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha, diharapkan Pasar Aceh akan kembali menjadi pusat ekonomi rakyat yang dinamis dan penuh kehidupan, seperti dahulu kala.

“Ke depan, kita berharap para pedagang harus kreatif dalam menjemput bola. Dan kita dari pemerintah juga akan berusaha semaksimal mungkin, supaya ke depan Pasar Aceh akan tetap ramai dari pengunjung,” tutup Iqbal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....