Penurunan Tingkat Kemiskinan di Aceh: Survei BPS September 2024

  • 16 Jan 2025 18:59 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN – Banda Aceh : Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin melakukan survei enam bulanan untuk mengukur berbagai indikator sosial dan ekonomi, termasuk tingkat kemiskinan. Dalam survei terbaru pada September 2024, tingkat kemiskinan di Aceh tercatat sebesar 12,64 persen, setara dengan 718.960 orang. Jika dibandingkan dengan Maret 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan sebesar 1,59 persen, hal itu disampaikan Kepala BPS Aceh Ahmadriswan Nasution saat wawncara bersama RRI Banda Aceh , pada Kamis (16/1/2024).

“Kalau kita lihat kebelakang sampai 10 tahun terakhir ini adalah penurunan yang sangat signifikan, dibandingkan dengan periode sebelumnya hanya turun 0,22 persen dan periode sebelumnya hanya 0,30 persen dan seterusnya, pencapain 1,59 persen , ini cukup signifikan, ” ujar Ahmadriswan.

Ahmadriswan juga menyebutkan bahwa secara agredasi melalui pedesaan dan perkotaan, untuk september 2024 ada hal yang menarik, dimana penurunan kemiskinan didesa lebih tinggi dibanding peenurunan kemiskinan di kota.” Jadi penurunan didesa terhadap periode sebelumnya itu sebesar 1,76 menjadi 14,99 persen, dimana sebelumnya itu kota cukup tinggi 16,75 persen, sementara untuk perkotaan turun 1,23 menjadi 8,37 persen,” sebut Ahmadriswan.

Ia menjelaskan penurunan angka kemiskinan di Aceh ini terjadi secara signifikan merupakan capaian yang menarik dan hal ini menunjukkan bahwa akselirasi program program pengentasan kemiskinan di Aceh sudah berdampak, terutama yang menjadi kantong kantong kemiskinan tersebut didaerah pedesaan.

Ahmadriswan juga menambahkan tingkat kemiskinan di perdesaan mengalami penurunan lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan, hal sesuai dari data BPS hasil survey bahwa program program bantuan sosial tersebut sudah terfokus di pedesaan.

Meskipun demikian, dikatakan Ahmadriswan terkait dengan tantangan kedepan, dengan progres yang baik adalah konfergensi dari kebijakan pengentasan kemiskinan dengan data yang sama.

“harus konfergen intervensinya , konfergensi itu bisa ditempuh bila kita mengandalkan data yang sama, yaitu satu data kemiskinan, jadi kalau datanya berbeda beda ya mungkin tidak konfergen,jadi itu yang salah satu yang saya lihat, terkait salah satunya data sasaran itu harus sama , jangan berbeda beda, walaupun ada sumber yang berbeda harus di padu pandankan,sehingga setiap bantuan itu konfergen fokus di para rumah tangga miskin, " tutupnya.

Penurunan jumlah penduduk miskin ini memberikan harapan baru bagi masyarakat Aceh. Dengan kerja sama yang terus diperkuat antara pemerintah, swasta, dan masyarakat, diharapkan tren positif ini dapat terus berlanjut, membawa Aceh menuju kesejahteraan yang lebih merata.

Audio
Putar Audio

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....