Perempuan Lebih Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan Mental

  • 21 Des 2024 14:24 WIB
  •  Banda Aceh

KBRN,Banda Aceh : Perempuan lebih rentan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), dibandingkan laki-laki. Fenomena ini sering terlihat dalam praktiknya sebagai psikolog klinis, dimana mayoritas klien yang datang untuk terapi adalah perempuan. Hal ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti multitasking dalam kehidupan sehari-hari, di mana perempuan seringkali berperan sebagai ibu, istri, dan pekerja sekaligus. hal ini diungkapkan M. Haikal, S.Psi., M.Psi., Psikolog Dalam dialog dengan tema "Kesehatan Mental Perempuan: Kunci untuk Keluarga Sehat dan Bahagia (16/12/2024).

Haikal juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental. Meskipun pemerintah telah mulai memperhatikan masalah ini, akses terhadap layanan konseling masih terbatas di beberapa daerah, termasuk di Aceh. Banyak perempuan yang membutuhkan layanan psikologis tetapi terkendala oleh kurangnya fasilitas atau profesional di daerah mereka.

Sementara itu, Maria, seorang konselor di Puspaga, mengungkapkan bahwa masalah kesehatan mental perempuan seringkali bersumber dari peran keluarga. Kasus-kasus yang masuk ke Puspaga banyak berkaitan dengan pengasuhan anak, komunikasi dengan suami, serta masalah dalam hubungan keluarga. Komunikasi yang buruk atau kurangnya dukungan dari pasangan sering menjadi pemicu stres dan kecemasan pada perempuan. Maria menambahkan bahwa meskipun perempuan memiliki kecenderungan untuk menyimpan perasaan, banyak dari mereka merasa lebih baik setelah didengarkan, meski tanpa solusi langsung.

Dalam dialog ini, Haikal juga menjelaskan pentingnya pemahaman dan komunikasi dalam keluarga. Suami dan istri harus saling mendengarkan dan berkomunikasi dengan baik. Kadang-kadang, masalah sederhana seperti tidak adanya perhatian dari pasangan dapat memperburuk kondisi kesehatan mental perempuan. Komunikasi yang terbuka dan empatik antara pasangan dapat membantu meringankan beban emosional perempuan.

Di akhir sesi, Haikal menekankan bahwa kesehatan mental dan fisik memiliki kedudukan yang sama pentingnya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri sudah menyatakan bahwa kesehatan mental adalah bagian dari kesehatan secara keseluruhan. Oleh karena itu, masyarakat perlu lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya perempuan, untuk terciptanya keluarga yang sehat dan bahagia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....