Ramadan Fase Kembali, Pemuda Diminta Perkuat Ibadah
- 20 Mar 2026 06:48 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Dialog Tauladan RRI membahas makna “pergi untuk kembali” di bulan Ramadan. Pembahasan ini disampaikan Selasa, 17 Maret 2026, bersama Ustaz Deni Tegar Anjasmara.
Ia menjelaskan Ramadan merupakan fase penting untuk membentuk kebiasaan ibadah yang berkelanjutan. Menurutnya, Ramadan bukan akhir, melainkan awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Ramadan akan meninggalkan kita, bukan kita meninggalkannya,” ujar Deni dalam dialog tersebut.
Ia mengingatkan kesempatan bertemu Ramadan belum tentu terulang pada tahun berikutnya. Deni menilai kerugian terjadi jika ibadah selama Ramadan tidak maksimal dijalankan.
Kerugian lain muncul jika tidak ada perubahan setelah Ramadan berakhir. Ia menekankan pentingnya ilmu sebagai dasar dalam beribadah kepada Allah.
Tanpa ilmu, seseorang tidak memiliki arah dan tujuan dalam menjalankan ibadah. Selain ilmu, faktor lingkungan atau pertemanan sangat memengaruhi konsistensi ibadah seseorang.
“Circle yang baik bisa menjaga semangat ibadah, terutama bagi kalangan pemuda,” katanya.
Menurutnya, kebiasaan baik selama Ramadan harus dipertahankan setelah bulan suci berakhir. Ia menyebut puasa enam hari di bulan Syawal sebagai salah satu cara menjaga konsistensi tersebut.
Deni mengajak generasi muda memanfaatkan waktu dengan baik karena usia sangat terbatas. Ia berharap pemuda mampu kembali kepada Allah dengan kondisi lebih baik setelah Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....