Ramadan Pembersih Jiwa untuk Kembali Fitrah
- 16 Mar 2026 14:55 WIB
- Banda Aceh
RRI. CO. ID, Banda Aceh - Setiap tahun kita cerdas menahan lapar, tapi sering lupa melatih hati, Ramadhan itu madrasah. Kalau sesudah Syawal perangai kembali seperti sebelum puasa, berarti kita hanya libur makan, bukan belajar apa-apa, hal tersebut disampaikan Tgk. Sulaiman S HI, MH, Penyuluh Agama Islam, Minggu 15 Maret 2026
Tgk. Sulaiman sebagai penyuluh, ia mencatat pola yang berulang di wilayah binaannya: infak naik tajam pada pekan ketiga, pengajian remaja ramai selepas isya, lalu mereda cepat begitu takbir digaungkan. Karena itu, tahun ini ia membagikan kartu kecil kepada jemaah—bukan jadwal imsak, melainkan “janji pasca-Ramadhan”. Isinya satu kebiasaan konkret: menyisihkan untuk anak yatim tiap Jumat, menegur tetangga dengan sapaan sebelum meminta maaf, atau hadir di majelis ilmu dua kali sebulan. “Kecil saja; yang kecil justru bertahan,” ujarnya.
Tgk. Sulaiman juga mengingatkan soal hubungan yang menghangat hanya di bulan puasa—kolega yang tiba-tiba disapa, saudara yang dihubungi saat bagi zakat, lalu kembali renggang.
“Puasa yang diterima membuat kita ringan pada orang lain, bukan hanya ringan di timbangan. Lebaran jangan dirayakan dengan baju baru sementara lisan masih lama,” katanya, disambut tawa getir jemaah.
Tentang perpisahan dengan Ramadhan, ia menutup dengan doa yang biasa ia ucapkan pada binaan remaja: semoga yang pergi hanyalah haus dan lapar, bukan tadarus lima belas menit selepas Subuh, bukan pula infak harian seikhlasnya. “Rajab kita rindukan, Syaban kita jalani, Ramadhan kita muliakan—tapi akhlak harus menetap. Bawa pulang perangai, jangan hanya capek, tutupnya
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....