Pasar 1001 Malam Banda Aceh Berakhir 13 Maret

  • 13 Mar 2026 08:47 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Pasar 1001 Malam di Kota Banda Aceh, yang berlokasi di sisi selatan Masjid Raya Baiturrahman, tepatnya di eks lahan Hotel Aceh, berakhir pada Jum’at, 13 Maret 2026.

Kegiatan yang dimulai sejak 11 Maret tersebut, merupakan hasil kolaborasi Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) RI, Pemerintah Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, dan sejumlah pihak lainnya. Rangkaian acaranya terdiri dari bazaar/expo kuliner serta kerajinan, panggung talenta dai cilik, klinik kesehatan gratis, hingga Klinik UMKM Bangkit untuk pendampingan legalitas usaha.

Sementara Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Adapun Pasar 1001 Malam merupakan salah satu upaya bersama, dalam menghadirkan ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya bagi para pelaku UMKM di Banda Aceh.

Ia juga menyebut Banda Aceh selalu terbuka menyambut berbagai inisiatif yang bertujuan memperkuat ekonomi masyarakat. Ramadan bukan hanya sebagai momentum ibadah, tetapi juga momentum untuk menggerakkan solidaritas sosial, sekaligus menguatkan ekonomi masyarakat.

“Kami ingin menegaskan bahwa Banda Aceh adalah kota yang aman, nyaman, dan penuh dengan semangat kebersamaan serta kekeluargaan. Pasar ini bukan sekadar ruang transaksi ekonomi. Lebih dari itu, Pasar 1001 Malam menjadi ruang pemberdayaan bagi masyarakat, ruang harapan bagi pelaku usaha kecil, sekaligus ruang kolaborasi bagi berbagai pihak dalam menguatkan ekonomi rakyat,” ujar Illiza pada Jum'at, 13 Maret 2026.

Melalui momentum Pasar 1001 Malam ini, ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung produk-produk UMKM lokal. Dalam rangkaian kegiatan Pasar 1001 Malam, Kemenko PM juga akan menyerahkan pangan olahan siap saji bagi penyintas bencana banjir, melakukan serah terima 103 unit Hunian Sementara (Huntara), hasil kolaborasi dengan Rumah Zakat, serta menyalurkan bantuan 1.000 kitab kuning, untuk pesantren di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Rekomendasi Berita