Ramadan Momentum Lawan Kebiasaan Buruk

  • 09 Mar 2026 13:23 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bulan Ramadan diyakini sebagai waktu ketika setan-setan dibelenggu sehingga godaan terhadap manusia berkurang. Namun, para ulama mengingatkan bahwa manusia tetap perlu mewaspadai kebiasaan buruk yang sudah terbentuk sebelumnya.

Wakil Direktur LPPDSDM BKPRMI Aceh, ustaz M. Zulfadhli Alfasiy, M.Pd mengingatkan bahwa dibelenggunya setan selama Ramadan tidak serta-merta menghilangkan semua godaan yang dirasakan manusia. Menurutnya, yang masih tersisa adalah kebiasaan buruk yang sebelumnya ditanamkan oleh setan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau setan yang selama ini suka mengganggu keluarga, maka dia diberhentikan tugasnya dari mengganggu keluarga. Yang tersisa adalah sisa-sisa yang ditinggalkan oleh setan pada rumah itu sendiri,” ujar Ustaz Zulfadhli dalam perbincangan bersama RRI Banda Aceh, Sabtu 7 Maret 2026.

Salah satu contoh yang disampaikan adalah kebiasaan menggulir atau scrolling media sosial yang sering membuat seseorang lalai. Menurutnya, meski setan tidak lagi menggoda, kebiasaan tersebut tetap ada karena sudah tertanam dalam diri manusia.

“Ketika dia tidak ada, bekasnya itu ada di kita. Kenapa? Karena kebiasaannya tadi. Kebiasaan itu yang ada pada diri kita,” katanya.

Karena itu, ia menilai Ramadan menjadi momentum untuk mengisi diri dengan ibadah sebagai bentuk “pengisian ulang” spiritual. Dengan memperbanyak shalat dan membaca Al-Qur’an, seseorang dinilai mampu melawan kebiasaan buruk yang selama ini terbentuk. Momentum Ramadan pun diharapkan menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri dan meninggalkan kebiasaan buruk tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....