Nuzulul Al-Quran: Mengapa Diperingati Setiap 17 Ramadhan
- 07 Mar 2026 17:06 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Nuzulul Al-Quran merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadhan oleh umat Muslim di berbagai belahan dunia. Dilansir melalui laman bmm.or.id setelah berada di Baitul Izzah, Al-Quran kemudian diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara Malaikat Jibril AS. Proses ini tidak terjadi sekaligus, melainkan dicicil (berangsur-angsur) selama kurang lebih 23 tahun (tepatnya 22 tahun, 2 bulan, 22 hari), menyesuaikan dengan konteks, kejadian, dan kebutuhan umat saat itu (Asbabun Nuzul).Allah Ta'ala berfirman
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً ۚكَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ ۖوَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيل Artinya: "Berkatalah orang-orang kafir: 'Mengapa Al-Quran itu tidak diturunkan kepadanya sekali turun saja?' Demikianlah supaya Kami perkuat hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (teratur dan benar)." (QS. Al-Furqan: 32).
Peringatan Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan merujuk pada keyakinan wahyu pertama tersebut diturunkan pada tanggal tersebut. Penetapan ini juga dijelaskan dalam (QS. Al-Anfal: 41) Allah berfirman: ...وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ ۗوَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ Artinya: dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) pada hari Furqan, yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Di Indonesia, peringatan Nuzulul Quran biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan seperti ceramah, tadarus Al-Qur’an, pengajian, hingga doa bersama di masjid maupun di lingkungan masyarakat. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Al-Qur’an dengan membaca, memahami, serta mengamalkan ajarannya dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui peringatan Nuzulul Quran setiap 17 Ramadhan, umat Islam diingatkan kembali akan pentingnya Al-Qur’an sebagai sumber petunjuk hidup. Tidak hanya sekadar diperingati secara seremonial, tetapi juga menjadi pengingat agar nilai-nilai Al-Qur’an terus dihidupkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, semangat turunnya Al-Qur’an dapat terus memberi cahaya dan arah bagi umat manusia sepanjang masa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....