Istiqamah Kunci Keteguhan Ibadah Ramadan
- 07 Mar 2026 16:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Istiqamah atau konsistensi dalam beribadah menjadi kunci penting agar semangat Ramadan tidak hanya muncul di awal, tetapi tetap terjaga hingga akhir bulan suci. Hal tersebut disampaikan oleh anggota Majelis Permusyawaratan Ulama Kota Banda Aceh, Auliasyah Nurdin dalam dialog Mutiara Ramadan di Radio Republik Indonesia Pro 4 Banda Aceh.
Menurutnya, Islam tidak menekankan banyaknya amalan semata, tetapi lebih menekankan konsistensi dalam menjalankan ibadah. Amalan yang sedikit namun dilakukan terus-menerus dinilai lebih baik dibandingkan ibadah besar yang hanya dilakukan sesaat.
“Islam mengajarkan kita amalan yang sedikit tetapi istiqamah. Tidak dianjurkan hari ini sangat banyak beribadah, namun esoknya sudah tidak melakukannya lagi,” ujarnya saat diwawancarai oleh RRI pada Selasa 3 Maret 2026.
Ia mencontohkan fenomena yang sering terjadi pada bulan Ramadan, di mana masjid penuh pada awal bulan namun mulai berkurang pada pertengahan hingga akhir Ramadan. Padahal menurutnya, justru sepuluh hari terakhir merupakan waktu yang paling istimewa untuk meningkatkan ibadah.
“Di sepuluh malam terakhir ada Lailatul Qadar yang sangat dinantikan Nabi. Tetapi sering kali manusia justru mulai melemah semangat ibadahnya,” kata Auliasyah.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa istiqamah juga memiliki keutamaan besar sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, salah satunya dalam Surah Fussilat ayat 30. Dalam ayat tersebut, Allah menjanjikan ketenangan bagi orang-orang yang teguh dalam keimanan.
“Orang-orang yang berkata Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka dan mengatakan jangan takut dan jangan bersedih,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa istiqamah bukan hanya berkaitan dengan ibadah besar seperti membaca Al-Qur’an atau zikir dalam jumlah banyak. Konsistensi dalam ibadah kecil namun rutin juga memiliki nilai yang sangat besar di sisi Allah.
“Lebih baik membaca Al-Qur’an satu ayat setiap hari tetapi rutin, daripada satu hari membaca banyak namun setelah itu tidak lagi melakukannya,” katanya.
Auliasyah menambahkan bahwa menjaga kestabilan ibadah merupakan langkah penting agar semangat Ramadan tidak hanya bersifat sementara. Dengan menjaga ibadah secara konsisten, seseorang dapat meraih keberkahan dan keteguhan iman.
Ia berharap umat Islam dapat memanfaatkan Ramadan untuk melatih diri agar lebih istiqamah dalam menjalankan ibadah. Kebiasaan baik yang dibangun selama Ramadan diharapkan terus berlanjut hingga setelah bulan suci berakhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....