Puasa Latih Kesabaran dan Kendalikan Hawa Nafsu
- 07 Mar 2026 09:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Ibadah puasa di bulan Ramadan memiliki peran penting dalam melatih kesabaran sekaligus mengendalikan hawa nafsu manusia.
Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, Dr. Yuni Roslaili, MA, mengatakan secara bahasa puasa berarti menahan diri. Karena itu, puasa erat kaitannya dengan pembentukan sikap sabar dalam kehidupan sehari-hari.
“Puasa itu setengah dari kesabaran, dan kesabaran adalah setengah dari iman. Artinya puasa sangat erat hubungannya dengan peningkatan kualitas iman seseorang,” kata Yuni dalam Dialog Kajian Islami RRI Banda Aceh, Jumat 6 Maret 2026.
| Baca juga: Kemenag Aceh Besar Santuni Anak Yatim |
Ia menjelaskan, dalam ajaran Islam hawa nafsu pada dasarnya selalu mengajak manusia kepada keburukan. Karena itu, puasa menjadi salah satu cara untuk menjinakkan dan mengendalikan dorongan tersebut.
Menurutnya, Rasulullah juga menganjurkan para pemuda yang belum mampu menikah agar memperbanyak puasa karena puasa dapat menjadi benteng dari godaan hawa nafsu.
Namun demikian, pengendalian diri melalui puasa tidak cukup hanya dengan menahan lapar dan haus. Seseorang juga harus menjaga perilaku, lisan, dan perbuatannya selama menjalankan ibadah tersebut.
| Baca juga: Ramadan Bukti Perjalanan menuju Muttaqin |
“Jika seseorang masih mudah marah, berkata kasar, atau melakukan perbuatan dosa saat berpuasa, berarti puasanya masih pada tahap yang paling dasar,” ujarnya.
Yuni menambahkan, dalam sebuah hadis Rasulullah disebutkan bahwa banyak orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa selain rasa lapar dan haus, karena tidak mampu menjaga perilakunya.
Selain membentuk pengendalian diri, puasa juga dapat menumbuhkan empati sosial terhadap sesama. Dengan merasakan lapar dan haus, seseorang diharapkan dapat memahami kondisi orang lain yang hidup dalam kekurangan.
Hal ini juga tercermin dari anjuran Rasulullah untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadan, bahkan kedermawanan Nabi disebutkan lebih cepat dari hembusan angin.
“Puasa membuat kita merasakan lapar sehingga lebih mudah memahami penderitaan orang lain. Dari situlah tumbuh simpati dan empati untuk membantu sesama,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa sedekah dalam Islam boleh dilakukan secara terbuka untuk memotivasi orang lain, tetapi lebih utama jika dilakukan secara tersembunyi agar terhindar dari sikap riya.
Di akhir dialog, Yuni mengajak umat Islam menjadikan Ramadan sebagai momentum meningkatkan kualitas ibadah dan memperbaiki diri.
“Setiap tahun kita harus berusaha meningkatkan kualitas puasa. Dari yang hanya menahan lapar dan haus, naik ke tingkat menjaga perilaku, hingga mampu menjaga hati agar selalu dekat dengan Allah,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....