Ramadan dan Ironi Sampah Makanan
- 04 Mar 2026 15:22 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh - Bulan suci yang identik dengan pengendalian diri justru diiringi lonjakan sampah. Selama Ramadan, volume sampah dilaporkan meningkat sekitar 10 hingga 20 persen.
Di sejumlah wilayah, kenaikannya bahkan menembus angka 40 persen, dengan sampah makanan sebagai penyumbang terbesar. Fenomena ini tidak lepas dari perubahan pola konsumsi masyarakat saat berbuka puasa.
Tradisi berburu takjil, belanja makanan dalam jumlah besar, hingga menyajikan hidangan beragam di meja makan menjadi pemandangan lazim. Sayangnya, tidak semua makanan tersebut habis dikonsumsi dan sebagian berakhir di tempat sampah.
Istilah “lapar mata” menjadi gambaran yang relevan. Saat berpuasa seharian, keinginan untuk membeli dan menyantap berbagai jenis makanan meningkat tajam.
Namun, kebutuhan tubuh sebenarnya tidak sebanyak keinginan tersebut. Ketidakseimbangan antara hasrat dan kebutuhan inilah yang mendorong perilaku konsumtif berlebihan.
Kondisi ini menghadirkan paradoks. Ramadan mengajarkan kesederhanaan, empati, dan pengendalian diri. Namun di sisi lain, sampah takjil dan sisa makanan justru meningkat. Pertanyaannya, sudahkah esensi pengendalian diri benar-benar kita praktikkan dalam keseharian?
Untuk menekan lonjakan sampah makanan, diperlukan strategi sederhana namun konsisten. Perencanaan porsi sahur dan berbuka menjadi langkah awal yang krusial.
Belanja secara cerdas dan secukupnya membantu menghindari pemborosan. Memprioritaskan bahan pangan yang tahan lama dan serbaguna juga dapat meminimalkan potensi terbuang. Selain itu, penerapan sistem First In First Out (FIFO) dalam penyimpanan bahan makanan, penting agar bahan yang lebih dulu dibeli digunakan lebih awal.
Mari jadikan Ramadan bukan hanya momen menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kendali atas keinginan. Mulailah dari porsi yang bijak, belanja seperlunya, dan mengelola makanan dengan bertanggung jawab. Ramadan berkah bukan hanya terasa di hati, tetapi juga tercermin dari lingkungan yang lebih bersih dan lestari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....