Puasa Ramadan Ibadah Sirriah, Hanya untuk Allah dan Pahalanya Tak Terbatas
- 28 Feb 2026 22:11 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh — Ustaz Marsudin dari Dinas Syariat Islam Aceh menegaskan bahwa puasa Ramadan merupakan ibadah yang bersifat sirriah atau tersembunyi, sehingga hanya Allah Subhanahu wa Taala yang mengetahui kualitas dan ganjarannya. Hal itu disampaikannya dalam lanjutan tausiyah bersama RRI Banda Aceh Pro 4.
Menurutnya, puasa memiliki perbedaan mendasar dibandingkan ibadah lainnya karena tidak dapat diperlihatkan secara kasatmata kepada orang lain.
“Puasa itu ibadah yang bersifat sirriah, tersembunyi. Orang yang duduk di samping kita mungkin tampak seperti berpuasa, tetapi hanya Allah yang benar-benar mengetahui,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam Al-Qur’an Allah memanggil “ya ayyuhalladzina amanu” atau wahai orang-orang yang beriman ketika memerintahkan puasa. Seruan itu, kata dia, menunjukkan bahwa ibadah puasa hanya dapat dijalankan secara sungguh-sungguh oleh orang-orang yang beriman dan melakukannya semata-mata karena Allah.
Berbeda dengan salat, haji, atau umrah yang tampak secara lahiriah, puasa tidak memiliki tanda fisik yang jelas. Karena itu, keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankannya.
Ustaz Marsudin juga mengutip hadis qudsi yang menyebutkan bahwa setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya, kecuali puasa. “Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya,” katanya menukil sabda Allah dalam hadis tersebut.
Ia menilai, tidak disebutkannya secara rinci besaran pahala puasa menunjukkan betapa besar ganjaran yang Allah siapkan bagi hamba-Nya yang menjalankannya dengan benar. Allah, lanjutnya, akan menilai di akhir siapa yang benar-benar berpuasa sesuai tuntunan dan siapa yang puasanya rusak karena tidak menjaga adab serta akhlak.
Selain sebagai ibadah individual, puasa juga menjadi sarana pendidikan rohani atau tarbiah ruhiyah. Melalui berbagai amalan seperti salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, dan ibadah lainnya, umat Islam dilatih untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.
“Dengan memperbanyak ibadah di bulan Ramadan, batin kita diharapkan selalu tertaut kepada Allah dan semakin terikat kepada-Nya,” ujarnya.
Ustaz Marsudin mengajak masyarakat untuk memperkuat tekad dalam menjalankan puasa dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, sehingga Ramadan benar-benar menjadi momentum pembinaan akhlak dan peningkatan kualitas keimanan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....