Ramadan, Jalan Meraih Sukses Dunia dan Akhirat
- 28 Feb 2026 21:49 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh : Bulan suci Ramadan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meraih kesuksesan, bukan hanya dalam urusan akhirat, tetapi juga kehidupan dunia. Nilai itu selaras dengan doa yang kerap dibaca umat Islam, “Rabbana atina fid dunya hasanah, wa fil akhirati hasanah, wa qina ‘adzaban nar”, yang memohon kebaikan di dua alam sekaligus. Melalui ibadah puasa, umat muslim dilatih menata niat, disiplin, serta memperkuat tujuan hidup sehingga terbentuk pribadi yang lebih tangguh.
Penata Layanan Dinas Syariat Islam Aceh, Ustadz Zulfikri, dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 4 Banda Aceh, Jumat 27 Februari 2026 menjelaskan bahwa Ramadan membuktikan setiap orang mampu melakukan hal-hal yang sebelumnya terasa berat. “Di bulan Ramadan hampir semua orang sukses bangun lebih pagi. Biasanya kalah sama ayam, sekarang justru bisa bangun sebelum subuh. Itu artinya kita sebenarnya mampu, hanya perlu dorongan niat,” ujarnya.
Menurutnya, kebiasaan menahan lapar, haus, dan berbagai keinginan menunjukkan kekuatan pengendalian diri seorang muslim. Bahkan dalam kondisi lemas sekalipun, aktivitas tetap berjalan produktif. “Walaupun lapar, orang tetap bekerja, tetap ke kantor, tetap melayani masyarakat. Ini bukti puasa bukan penghalang, tapi justru penguat,” katanya.
Ia menegaskan, kekuatan utama puasa terletak pada niat karena Allah SWT. Selain itu, adanya tujuan yang jelas membuat seseorang sanggup bertahan. “Kita berpuasa karena Allah. Lalu ada target, ada waktu berbuka, ada harapan meraih takwa, dan ada kebahagiaan menyambut Idulfitri. Tujuan-tujuan ini yang membuat kita kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ustadz Zulfikri mengibaratkan tujuan hidup seperti nelayan yang berani melaut meski cuaca buruk demi keluarga. Prinsip serupa berlaku dalam ibadah. “Kalau ingin sukses dunia dan akhirat, kita harus punya visi dan misi yang jelas. Tanpa tujuan, kita mudah menyerah,” ungkapnya.
Ramadan, lanjutnya, menjadi madrasah pembentukan karakter. Kebiasaan disiplin bangun sahur, tepat waktu salat, serta menahan emosi seharusnya tidak berhenti setelah bulan suci berlalu. “Kalau di bulan Ramadan kita sanggup, mestinya di bulan lain juga sanggup. Jangan hanya rajin saat puasa saja,” tambahnya.
Melalui semangat itulah, Ramadan diharapkan melahirkan pribadi muslim yang lebih produktif, sabar, dan berorientasi akhirat. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan misi pelayanan publik yang digaungkan Radio Republik Indonesia, yakni menghadirkan informasi yang membangun karakter masyarakat. Dengan tujuan yang jelas dan niat karena Allah, kesuksesan dunia dan akhirat bukan sekadar harapan, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....