Khatam Quran tanpa Stres, Begini Caranya

  • 28 Feb 2026 17:05 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh — Generasi muda diingatkan untuk tetap produktif, menjaga kedekatan dengan Allah dan orang tua, serta bijak dalam menetapkan target ibadah selama Ramadan agar tidak menjadi beban psikologis. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bidang Kaderisasi Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Banda Aceh, Deni Tegar Anjasmara, dalam perbincangan bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 25 Februari 2026.

Deni menegaskan bahwa setiap orang memiliki mimpi dan tujuan hidup. Namun, untuk mencapainya dibutuhkan kesiapan menjalani proses dengan konsisten dan produktif.

“Kalau kita punya mimpi dan goals, maka kita harus siap dengan prosesnya. Jalani hari-hari dengan lebih produktif dan aktif dalam hal-hal positif. Jangan ada penyesalan, yang penting kita terus berusaha,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah serta berbakti kepada orang tua. Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak terlepas dari doa orang tua.

“Saya hari ini bukan semata karena kemampuan saya, tetapi karena doa orang tua. Maka jangan jauh dari Allah dan jangan jauh dari orang tua,” katanya.

Deni juga mengajak mahasiswa dan pelajar untuk lebih sering berkomunikasi dengan orang tua, tidak hanya saat membutuhkan sesuatu.

“Orang tua adalah tempat berbagi yang paling nyaman. Mereka memahami kondisi kita dan doa mereka sangat menentukan perjalanan hidup kita,” ujarnya.

Terkait Ramadan, Deni menyoroti fenomena banyaknya anak muda yang memasang target mengkhatamkan Al-Qur’an, namun kemudian merasa terbebani ketika target tersebut tidak tercapai sesuai rencana.

Ia menyarankan agar target tetap dipasang, tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan ritme aktivitas selama Ramadan yang cenderung berbeda dari hari biasa.

“Satu juz itu terdiri dari sekitar 20 halaman. Kita bisa bagi waktunya, misalnya 30 menit setelah Subuh untuk membaca beberapa halaman. Tidak harus langsung satu jam kalau itu membuat bosan,” jelasnya.

Menurut Deni, waktu setelah sahur hingga menjelang Subuh merupakan momentum yang bisa dimanfaatkan untuk membaca Al-Qur’an, karena relatif lebih tenang dan minim gangguan.

Ia menegaskan bahwa yang terpenting bukan sekadar mengejar angka atau target, tetapi menikmati proses membaca Al-Qur’an dengan tartil dan penuh kesadaran.

“Target itu penting, tapi jangan sampai membuat stres. Nikmati prosesnya. Insyaallah kalau niatnya baik, Allah akan mudahkan dan berikan hasil yang terbaik,” tutupnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....