Ramadan Bulan Taqwa dan Tarbiyah

  • 28 Feb 2026 13:31 WIB
  •  Banda Aceh

RRI.CO.ID, Banda Aceh - Ramadan selalu menghadirkan warna baru di kalangan anak muda. Mulai dari tren membangunkan sahur, konten kreatif di media sosial, hingga berbagai inovasi kegiatan ibadah yang dikemas lebih segar dan menarik. Jika beberapa tahun lalu sempat viral tradisi bangunin sahur ala Aceh, kini setiap Ramadan selalu muncul tren baru yang menjadi ciri khas generasi muda dalam menyemarakkan bulan suci.

Namun di balik semarak tersebut, esensi utama Ramadan tetaplah pembentukan ketakwaan. Hal ini disampaikan Deni Tegar Anjasmara, Ketua Bidang Kaderisasi DDII Banda Aceh, saat berbincang tentang makna Ramadan sebagai bulan tarbiah atau pendidikan spiritual bagi umat Islam, khususnya generasi muda. Dalam dialog interaktif bersama RRI Pro 2 Banda Aceh, Rabu 25 Februari 2026.

Menurut Deni, konsep takwa sebenarnya sederhana, tetapi memiliki makna mendalam. Ia merujuk pada Surah Al-Baqarah ayat 183 tentang kewajiban puasa yang bertujuan agar manusia menjadi bertakwa. “Takwa itu secara ringkas adalah menjalankan semua perintah Allah dan menjauhi seluruh larangan-Nya, baik dalam keadaan terlihat maupun tidak terlihat orang lain,” ujarnya.

Ia menjelaskan definisi takwa yang populer di kalangan pesantren, yakni imtisalu awamirillah wajtinabu nawahiihi sirran wa ‘alaniyah, yang berarti menjunjung tinggi perintah Allah serta meninggalkan larangan-Nya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. “Di sinilah letak pembeda antara sekadar berbuat baik dengan menjadi orang bertakwa. Orang bertakwa tetap taat meski tidak ada yang melihat,” kata Deni.

Deni mencontohkan ibadah puasa sebagai latihan kejujuran spiritual. Berbeda dengan salat atau zakat yang bisa terlihat orang lain, puasa hanya diketahui oleh diri sendiri dan Allah. “Seseorang bisa saja berpura-pura berpuasa di depan orang, tapi hakikatnya hanya Allah yang tahu. Maka puasa melatih keikhlasan dan integritas diri,” jelasnya.

Ia juga menyinggung Surah Al-Baqarah ayat 2–3 yang menyebut Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa, yakni mereka yang beriman kepada hal-hal gaib. Menurutnya, keimanan pada yang tidak terlihat menjadi fondasi utama takwa. “Artinya, kita tetap taat meski tidak ada pengawasan manusia. Kesadaran bahwa Allah selalu melihat itulah yang membentuk karakter takwa,” tambahnya.

Dengan berbagai tren Ramadan di kalangan anak muda, Deni berharap kreativitas tetap dibarengi pemahaman nilai spiritual. “Silakan berinovasi, berkarya, dan meramaikan Ramadan dengan cara positif. Tapi jangan lupa, tujuan akhirnya adalah membentuk pribadi bertakwa,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....